- Keterbatasan infrastruktur membuat pembangunan dan penyebaran 5G terhambat.
- Kondisi geografis yang ekstrem membuat pembangunan infrastruktur 5G menjadi lebih sulit.
- Biaya pengembangan jaringan 5G terlampau besar sehingga pengembangannya terhambat.
- Masih banyak masyarakat yang menggunakan jaringan 4G.
Sudah Seluas Apa Cakupan 5G di Indonesia Awal 2026?

- Telkomsel memimpin cakupan 5G di Indonesia dengan lebih dari 4000 BTS yang tersebar di 56 kabupaten dan kota, serta rencana perluasan jaringan ke wilayah baru.
- Smartfren, Indosat, dan XL terus memperluas jaringan 5G mereka dari Pulau Jawa ke luar pulau seperti Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, hingga Bali dan Madura.
- Hingga awal 2026, pemerataan jaringan 5G masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis sulit, biaya tinggi, dan dominasi pengguna jaringan 4G.
Jaringan 5G mulai masuk ke Indonesia pada Mei 2021. Sejak saat itu pemerintah dan operator seluler terus memperluas cakupan 5G di Tanah Air. Awalnya, jaringan 5G hanya bisa dinikmati di kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya. Namun, semakin ke sini cakupannya makin luas.
Pada awal 2026 kamu sudah bisa menikmati jaringan 5G di daerah pinggiran dan luar Pulau Jawa yang umumnya kurang diperhatikan. Namun, sebenarnya seberapa luas cakupan 5G di Indonesia pada awal 2026, sih? Simak daftar lengkapnya di bawah ini, yuk.
1. Cakupan 5G Telkomsel

Telkomsel menjadi operator seluler dengan cakupan jaringan 5G paling luas di Indonesia. Dilansir Investor Trust, Telkomsel telah menjangkau 56 kabupaten dan kota utama di Indonesia serta memiliki lebih dari 4000 Base Transceiver Station (BTS). Beberapa daerah yang sudah dijangkau 5G Telkomsel adalah Jabodetabek, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, Denpasar, Makassar, dan Manado. Tentunya, Telkomsel terus berencana memperluas serta meningkatkan kecepatan jaringannya di masa mendatang,
2. Cakupan 5G Smartfren

Cakupan 5G Smarfren masih terpusat di Pulau Jawa, khususnya di berbagai kota besar seperti Jakarta, Tegal, Semarang, Depok, Tangerang, Surabaya, Surakarta, dan Yogyakarta. Namun, beberapa kota kecil seperti Madiun, Purwodadi, Purwokerto, dan Cilacap juga mulai bisa menggunakan jaringan 5G Smarftren. Pada 2025 Smarfren sudah berkomitmen untuk memperluas jaringannya ke luar Pulau Jawa. Kota Makassar, Balikpapan, dan Banjarmasin merupakan beberapa daerah luar Jawa yang mendapat jaringan 5G Smartfren.
3. Cakupan 5G Indosat dan IM3

Di laman resminya tertera informasi kalau jaringan 5G Indosat masih terpusat di pusat kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Palembang, Batam, Semarang, Surakarta, Makassar, Yogkyarta, Surabaya, Denpasar, dan Kuta. Daerah Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua sama sekali belum mendapat jaringan 5G Indosat atau IM3. Menariknya, Indosat menghadirkan teknologi AIvolusi5G yang diklaim bisa memberikan sinyal 5G kuat sehingga menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman.
4. Cakupan 5G XL

Dilansir laman resmi XL Axiata, jaringan 5G dari operator tersebut tersebar di empat pulau besar, yaitu Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Jakarta, Tegal, Bandung, Semarang, Tangerang, Surakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya menjadi beberapa daerah yang sudah bisa merasakan 5G XL. Selain di tiga pulau besar, XL juga memperluas koneksi 5G-nya ke beberapa pulau lain seperti Madura dan Bali. XL juga berkomitmen untuk memperluas jaringan 5G ke 88 kota dan kabupaten pada 2026.
5. Kenapa 5G di Indonesia belum merata?

Indonesia memang negara yang luas dengan jutaan pengguna internet di seluruh penjurunya. Sayangnya, hal tersebut tidak didukung oleh luasnya jaringan 5G di Tanah Air. Ini membuat jaringan internet terbilang lambat dan menimbulkan ketidakmerataan. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa jaringan 5G di Indonesia tidak merata yang dirangkum dari berbagai sumber.
Hingga awal 2026 cakupan 5G di Indonesia masih terbatas di Pulau Jawa dan kota besar seperti ibukota provinsi. Hal tersebut membuktikan kalau pemerataan jaringan 5G di Indonesia terhitung lambat. Jaringan 4G di Indonesia memang cukup merata. Namun, jaringan 5G juga harus dikembangkan demi internet yang lebih cepat, stabil, dan modernisasi di bidang digital.


















