Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggito: Simpanan di Bank Tumbuh, Masyarakat Tak Lagi Makan Tabungan
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Prof. Anggito Abimanyu saat menjelaskan Jogja Financial Festival dan Jogja Run D-City, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Selasa (12/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyatakan simpanan masyarakat di perbankan tumbuh pada seluruh kelompok nominal, dari di bawah Rp100 juta hingga di atas Rp5 miliar.
  • Pertumbuhan simpanan dinilai menandakan fenomena masyarakat memakai tabungan untuk kebutuhan harian mulai mereda, karena ruang untuk menabung kembali terbuka seiring kondisi ekonomi membaik.
  • LPS mencatat simpanan di bawah Rp100 juta tumbuh 4,95 persen secara tahunan hingga Mei 2026, naik dari pertumbuhan 3,43 persen pada Desember 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Uang simpanan orang-orang di bank bertambah. Kata Pak Anggito dari LPS, simpanan kecil sampai besar semua naik. Ini tanda orang tidak terlalu sering memakai tabungan untuk beli kebutuhan sehari-hari. Sampai Mei 2026, simpanan di bawah Rp100 juta naik 4,95 persen. Uang di bank juga bisa dipinjamkan untuk membantu usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengungkapkan, simpanan masyarakat di perbankan terus tumbuh di seluruh kelompok nominal.

Mulai dari simpanan di bawah Rp100 juta hingga di atas Rp5 miliar sama-sama mencatatkan kenaikan. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa fenomena "makan tabungan" (mantap) yang sempat terjadi akibat tekanan daya beli masyarakat kini mulai mereda.

"Semua masih tumbuh ya. Baik itu tabungan-tabungan yang di bawah Rp100 juta maupun sampai dengan di atas Rp5 miliar, semuanya tumbuh dan bergerak," ujar Anggito di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Menurut Anggito, tren tersebut menjadi sinyal positif bahwa kondisi ekonomi masyarakat mulai membaik. Masyarakat dinilai sudah kembali memiliki ruang untuk menabung, sehingga tidak lagi mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, peningkatan dana simpanan di perbankan juga mencerminkan mulai pulihnya aktivitas ekonomi. Dana yang tersimpan di bank dapat kembali disalurkan menjadi kredit sehingga mendukung pembiayaan dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Jadi itu menunjukkan bahwa sebetulnya sirkulasi dana yang masuk ke bank mendukung kegiatan ekonomi, khususnya di sektor riil," katanya.

Sebelumnya, LPS mencatat simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta tumbuh 4,95 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 yang sebesar 3,43 persen.

Editorial Team

Related Article