Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Sriyanto mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini.
Teknologi tersebut diharapkan tidak hanya memantau kondisi lahan, tetapi juga menganalisis risiko dan memproyeksikan kemungkinan terjadinya kebakaran. Pemanfaatan teknologi informasi juga diperlukan untuk memetakan kondisi gambut dan menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan.
"Kalau bisa, kita berharap ada prediksi hingga tiga hari sebelumnya," katanya usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Sriyanto mengatakan, salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah kondisi muka air gambut. Ketika permukaan air gambut berada di bawah 40 sentimeter, tindakan pencegahan perlu segera dilakukan.
Namun, dia belum memastikan kemampuan tersebut sudah tersedia untuk seluruh wilayah Indonesia. Teknologi yang telah dikembangkan setidaknya diharapkan dapat membantu mendeteksi risiko kebakaran sedini mungkin.
