Bisakah Netflix Mencapai Valuasi 1 Triliun Dolar AS pada 2030?

- Netflix mencatat lonjakan saham lebih dari 700% dalam satu dekade, namun perlu tumbuh sekitar 30% per tahun hingga 2030 untuk mencapai valuasi 1 triliun dolar AS.
- Pertumbuhan pendapatan Netflix mulai melambat di tengah persaingan ketat industri streaming, dengan proyeksi pendapatan 2026 sekitar 51,2 miliar dolar AS dan valuasi saham yang sudah tinggi.
- Meskipun target valuasi triliunan dolar menantang, Netflix tetap menarik bagi investor berkat posisi pasar kuat, arus kas solid, dan strategi monetisasi baru seperti layanan berbasis iklan.
Dalam dunia investasi, hanya sedikit perusahaan yang berhasil mencapai kapitalisasi pasar lebih dari 1 triliun dolar AS. Sebagian besar berasal dari sektor teknologi yang mampu mempertahankan pertumbuhan luar biasa selama bertahun-tahun. Karena itu, ketika sebuah perusahaan menunjukkan kinerja yang mengesankan, muncul pertanyaan apakah perusahaan tersebut mampu bergabung dengan kelompok eksklusif tersebut.
Salah satu nama yang kini menjadi perhatian adalah Netflix. Meski harga sahamnya masih berada sekitar 39% di bawah rekor tertinggi, perusahaan streaming terbesar di dunia ini tetap mencatat performa luar biasa dalam jangka panjang. Dalam satu dekade terakhir, saham Netflix telah melonjak lebih dari 700%, menjadikannya salah satu investasi paling menguntungkan di sektor teknologi.
Namun, apakah pertumbuhan tersebut cukup untuk membawa Netflix mencapai valuasi 1 triliun dolar AS sebelum tahun 2030?
1. Performa impresif dan target yang tidak mudah

Sebagai pelopor industri streaming modern, Netflix telah mengubah cara masyarakat menikmati hiburan. Kesuksesan tersebut tercermin dari lonjakan harga saham yang mencapai sekitar 719% dalam 10 tahun terakhir.
Saat ini, nilai pasar Netflix berada di kisaran 343 miliar dolar AS. Untuk mencapai valuasi 1 triliun dolar AS pada 2030, perusahaan harus meningkatkan kapitalisasi pasarnya sekitar 192 persen dari posisi sekarang. Artinya, Netflix perlu mencatat pertumbuhan rata-rata lebih dari 30 persen per tahun selama empat tahun berturut-turut.
Meski bukan sesuatu yang mustahil, target tersebut jelas tidak mudah dicapai. Apalagi sebagian besar kenaikan valuasi dalam beberapa tahun terakhir terjadi setelah saham Netflix pulih dari penurunan tajam yang terjadi pada 2022 akibat perlambatan pertumbuhan pelanggan.
2. Pertumbuhan melambat dan persaingan makin ketat

Salah satu tantangan terbesar bagi Netflix adalah melambatnya laju pertumbuhan bisnis. Manajemen memperkirakan pendapatan perusahaan pada 2026 akan mencapai sekitar 51,2 miliar dolar AS, atau tumbuh sekitar 13,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
Angka tersebut masih tergolong solid untuk perusahaan sebesar Netflix, tetapi jauh di bawah pertumbuhan lebih dari 20 persen yang pernah dicapai pada masa-masa awal ekspansi globalnya. Kondisi ini cukup wajar mengingat Netflix kini telah menjadi perusahaan yang matang dengan basis pelanggan yang sangat besar.
Selain itu, persaingan di industri streaming juga semakin sengit. Berbagai platform hiburan digital terus berlomba mendapatkan perhatian konsumen, membuat ruang pertumbuhan Netflix tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu.
Di sisi lain, valuasi saham Netflix saat ini juga tidak bisa dibilang murah. Dengan rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 26 kali laba, peluang kenaikan harga saham akibat ekspansi valuasi menjadi lebih terbatas. Untuk terus tumbuh, perusahaan harus mengandalkan peningkatan pendapatan dan laba yang konsisten.
3. Apakah saham Netflix masih layak dikoleksi?

Walaupun peluang mencapai valuasi 1 triliun dolar AS pada 2030 terlihat cukup menantang, Netflix tetap memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik bagi investor jangka panjang. Perusahaan masih memimpin pasar streaming global, memiliki arus kas yang kuat, serta terus mengembangkan sumber pendapatan baru melalui layanan berbasis iklan dan strategi monetisasi lainnya.
Namun, investor perlu memahami bahwa Netflix saat ini bukan lagi perusahaan muda dengan pertumbuhan eksplosif seperti satu dekade lalu. Potensi keuntungan tetap ada, tetapi kemungkinan besar akan datang dengan laju yang lebih moderat.
Pada akhirnya, fokus utama investor seharusnya bukan sekadar apakah Netflix mampu mencapai valuasi 1 triliun dolar AS, melainkan apakah perusahaan dapat terus memperkuat posisinya di industri hiburan digital dan menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Jika mampu melakukan hal tersebut, Netflix masih berpotensi memberikan nilai yang menarik bagi pemegang saham dalam jangka panjang, meskipun jalan menuju klub perusahaan triliunan dolar mungkin tidak semulus yang dibayangkan.











![[QUIZ] Dari MBTI, Ini Ide Bisnis yang Cocok untuk Si Ekstrovert](https://image.idntimes.com/post/20240320/tim-mossholder-zhffvw2u93u-unsplash-90788451079a40c7884ed313ca93232a.jpg)






