Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEK FAKTA: RUPSLB BEI Setujui Demutualisasi, Danantara Siap Masuk?

3 min read
CEK FAKTA: RUPSLB BEI Setujui Demutualisasi, Danantara Siap Masuk?
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Pemegang saham BEI menyetujui perubahan anggaran dasar untuk demutualisasi, membuka kepemilikan bagi pihak di luar anggota bursa sesuai mandat regulasi.

  • Danantara belum resmi menjadi pemegang saham BEI; minat investasinya masih melalui proses uji tuntas dan belum ada pembahasan porsi saham.

  • Setelah demutualisasi, BEI ditargetkan menjadi perusahaan terbuka melalui IPO, yang kemungkinan diawali right issue dan memerlukan persetujuan pemegang saham.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Rabu (28/10/2026). Dalam RUPSLB itu, pemegang saham BEI menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka demutualisasi.

Demutualisasi akan mengubah struktur kepemilikan saham BEI. Dalam struktur lama, BEI dimiliki oleh perusahaan sekuritas yang sekaligus berperan sebagai anggota bursa. Melalui demutualisasi, pemegang saham BEI tak hanya berasal dari anggota bursa.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 4 tahun 2026 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bisa menjadi pemegang saham BEI.

Selain itu, BEI juga ditargetkan menjadi perusahaan terbuka usai demutualisasi.

“Perubahan anggaran dasar ini tentu merupakan langkah penting yang harus kita lakukan dalam pelaksanaan demutualisasi sesuai dengan mandat dari POJK 13 tahun 2026,” kata Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

  1. 1. Danantara resmi jadi pemegang saham BEI?

    WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (2).jpeg
    Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Perubahan anggaran dasar tersebut merupakan agenda pertama dari empat agenda RUPSLB BEI hari ini. Selain perubahan anggaran dasar, tak ada agenda lain yang berkaitan dengan demutualisasi.

    Namun, Danantara sudah menyatakan minat untuk menjadi pemegang saham BEI.

    Sempat beredar beberapa waktu lalu dokumen pertemuan penegang saham BEI, di mana di dalamnya Danantara dituliskan telah menyampaikan Surat Minat Investasi kepada BEI pada 31 Juli 2026. Dalam dokumen itu, dituliskan Danantara berencana mengambil 40,12 persen saham BEI. Angka itu setara dengan 69 lembar saham BEI.

    Usai RUPSLB, Jeffrey mengatakan tak ada pembahasan mengenai spesifik entitas yang akan menjadi pemegang saham BEI.

    Dia mengatakan, keputusan pemegang saham berlaku bagi seluruh pemegang saham, termasuk nantinya yang akan bergabung seiringan proses demutualisasi.

    “Di dalam RUPS tentu tidak menyebut nama, tetapi pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar, bahwa pemegang saham Bursa Bfek Indonesia tidak hanya anggota bursa. Tetapi di luar anggota bursa itu juga sudah bisa memungkinkan. Jadi tanpa perlu menyebut nama, saya kira artinya itu sudah terbuka,” tutur Jeffrey.

  2. 2. Masih dalam tahap uji tuntas

    IMG_3375.jpeg
    Ikon Banteng Wulung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Jeffrey mengatakan, saat ini BEI masih dalam proses uji tuntas atau due diligence terkait minat Danantara menjadi pemegang saham.

    Dengan demikian, belum ada pembahasan mengenai berapa persen saham yang akan dibeli Danantara di BEI.

    “Belum, belum sampai ke tahap itu,” kata Jeffrey.

    Dengan demikian, hingga saat ini Danantara belum resmi diputuskan menjadi calon pemegang saham BEI, dan informasi mengenai Danantara siap menjadi pemegang saham tidak sesuai dengan fakta.

  3. 3. BEI bakal IPO

    IMG_3354.jpeg
    Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Demutualisasi juga akan dilanjutkan dengan proses penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) BEI.

    Jeffrey mengatakan, kemungkinan IPO akan diawali dengan right issue.

    “Prosesnya sepertinya akan seperti itu. Tapi itu nanti akan dibahas lagi kemudian. Bersama dengan para pemegang saham. Karena untuk melakukan penerbitan saham baru, tentu dibutuhkan lagi persetujuan dari para pemegang saham,” ucap Jeffrey.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More