Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Singapura Patok Batas Penurunan Emisi 40 Persen untuk Bahan Bakar SAF

4 min read
Singapura Patok Batas Penurunan Emisi 40 Persen untuk Bahan Bakar SAF
ilustrasi pesawat komersial (pexels.com/Borja Lopez)
  • Singapura menetapkan SAF yang dibeli dengan dana pungutan wajib memenuhi standar CORSIA dan pengurangan emisi daur hidup minimal 40 persen dibanding bahan bakar jet konvensional.
  • SAFCo menargetkan tender perdana 20–30 ribu ton pada pertengahan Desember 2026, dengan pengiriman campuran mulai Juni 2027 untuk penerbangan dari Singapura.
  • Penawaran dinilai dari harga, ketahanan pasok, kepastian pengiriman, dokumentasi keberlanjutan, dan dukungan ekosistem SAF; pengadaan awal dipakai mengukur respons pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Singapura menetapkan ambang batas minimum pengurangan emisi daur hidup sebesar 40 persen untuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) yang dibeli menggunakan dana pungutan retribusi SAF (SAF levy). Otoritas Penerbangan Sipil Singapura atau Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) mengumumkan ketentuan tersebut pada Kamis (5/11/2026).

Ketentuan ini ditetapkan menjelang peluncuran tender perdana pengadaan SAF sebanyak 20 ribu hingga 30 ribu ton yang ditargetkan berlangsung pada pertengahan Desember 2026. Bahan bakar tersebut nantinya akan disalurkan untuk penerbangan yang berangkat dari Singapura.

  1. 1. Dua kriteria keberlanjutan pengadaan bahan bakar SAF

    ilustrasi pengisian bahan bakar pesawat
    ilustrasi pengisian bahan bakar pesawat (Curimedia, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang dibeli Singapura menggunakan dana retribusi SAF wajib memenuhi dua kriteria keberlanjutan. Kriteria pertama mewajibkan SAF memenuhi syarat skema Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dari International Civil Aviation Organization (ICAO). Skema ini menetapkan kriteria keberlanjutan yang diakui secara internasional untuk bahan bakar penerbangan berenergi lebih bersih.

    Kriteria kedua mengharuskan SAF mencapai setidaknya 40 persen pengurangan emisi daur hidup jika dibandingkan dengan bahan bakar jet konvensional. Dilansir TNGlobal, patokan 40 persen ini merujuk pada batas di yurisdiksi lain dan berada di atas standar minimum CORSIA sebesar 10 persen. Ambang batas ini memungkinkan Singapura membeli SAF yang diproduksi dengan bahan baku serta jalur pengolahan yang memberi dampak pengurangan emisi lebih besar.

    Kebijakan tersebut sekaligus menjaga akses terhadap ragam bahan baku serta jalur proses yang ada saat ini maupun yang baru muncul. Salah satu contoh yang dapat digunakan adalah SAF dari jalur Hydro-processed Esters and Fatty Acids (HEFA) dengan bahan baku minyak jelantah dan lemak hewani.

  2. 2. Mekanisme dan kriteria penilaian tender perdana SAFCo

    ilustrasi bandar udara
    ilustrasi bandar udara (pexels.com/Keegan Checks)

    Singapore Sustainable Aviation Fuel Company Ltd. (SAFCo) telah memaparkan kriteria tersebut dalam pengarahan kepada calon pemasok dan produsen bahan bakar. Pertemuan itu dihadiri oleh 15 perusahaan. SAFCo memberikan waktu lebih banyak bagi calon peserta lelang untuk menyiapkan proposal dan mengajukan penawaran karena proses pengadaan SAF ini tergolong baru.

    SAFCo akan menilai penawaran tender berdasarkan daya saing harga, ketahanan rantai pasok, dan kepastian pengiriman. Aspek penilaian lain mencakup kemampuan dokumentasi keberlanjutan serta dukungan terhadap pengembangan ekosistem SAF di Singapura. SAFCo dapat memberikan kontrak kerja sama kepada satu atau lebih pemasok, dengan jadwal pengiriman bahan bakar dalam bentuk campuran mulai Juni 2027.

    Tender ini terbuka bagi produsen dan pemasok yang mampu membuktikan kemampuan menyalurkan SAF ke Bandara Changi lewat infrastruktur Changi Airport Fuel Hydrant Installation serta memenuhi persyaratan mutu teknis, keberlanjutan, dan pengadaan yang berlaku. Pengadaan awal sebesar 20 hingga 30 kiloton ini merupakan bagian dari pendekatan portofolio SAFCo yang memadukan kontrak berjangka dan pembelian di pasar spot. Volume awal ini digunakan untuk menilai respons pasar sebelum tender lanjutan dibuka seiring peningkatan kebutuhan.

  3. 3. Pernyataan regulator dan komitmen pengembangan pasar SAF

    ilustrasi pesawat komersil
    ilustrasi pesawat komersil (pexels.com/Pixabay)

    Direktur Jenderal CAAS, Han Kok Juan, menyambut baik atas minat industri terhadap tender pengadaan SAF yang didanai pungutan retribusi tersebut. Dia menjelaskan bahwa Singapura mengambil pendekatan praktis dan seimbang dalam dekarbonisasi penerbangan demi menekan emisi sekaligus mempertahankan daya saing pusat penerbangan.

    "Kami menerapkan pendekatan ini melalui pelaksanaan retribusi SAF yang dimandatkan secara nasional dengan tarif terjangkau dan pengadaan SAF terpusat pada standar yang dapat diterima. Kami berharap pendekatan kami dapat menjadi perintis jalan yang bermakna bagi dekarbonisasi penerbangan dan titik rujukan berguna bagi negara lain yang sedang menyusun pendekatan mereka sendiri berdasarkan situasi serta pertimbangan masing-masing," kata Han Kok Juan.

    Chief Executive Officer SAFCo, Tan Seow Hui, menyebut tantangan peningkatan skala SAF bukan sekadar mengamankan pasokan bahan bakar, melainkan membangun pasar tepercaya yang menghubungkan permintaan, pasokan, jaminan keberlanjutan, dan atribut lingkungan secara nyata. Selama setahun terakhir, SAFCo telah meletakkan fondasi dan mengujinya melalui uji coba pengadaan sukarela pada lingkungan operasi nyata, di mana pengadaan perdana dengan dana retribusi SAF ini menjadi awal fondasi tersebut mulai diterjemahkan ke dalam skala yang lebih besar.

    "Prioritas kami adalah membangun program pengadaan yang kompetitif, kredibel, dan berdaya tahan yang memperluas akses ke pasokan SAF, menghasilkan pengurangan emisi yang bermakna, dan meletakkan fondasi bagi ekosistem SAF Singapura untuk tumbuh dalam jangka panjang," ujar Tan Seow Hui.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More