Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar 11 Emiten Indonesia yang Kena Evaluasi Terbaru MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan Rabu, (24/6/2026) usai pengumuman terbaru MSCI Inc. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • MSCI Index Review Agustus 2026 memengaruhi 11 emiten Indonesia, termasuk CPIN yang turun dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index.
  • Sebanyak 10 saham terdepak dari indeks MSCI: GOTO, ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.
  • BEI mencatat TCPI dan FILM berstatus high shareholding concentration; seluruh perubahan indeks MSCI efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
29 Mei 2026

TCPI ditetapkan BEI sebagai emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC).

14 Juli 2026

FILM masuk daftar emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC) BEI.

Agustus 2026

Hasil Index Review MSCI berdampak pada 11 emiten Indonesia. Sebanyak 10 saham terdepak dari indeks MSCI, sementara CPIN diturunkan dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index.

31 Agustus 2026

Seluruh keputusan dalam Index Review MSCI terbaru berlaku efektif setelah penutupan perdagangan.

kini

CPIN berada di Global Small Cap Index setelah sebelumnya menjadi konstituen Global Standard Index.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    MSCI Inc dalam Index Review edisi Agustus 2026 menurunkan CPIN ke Global Small Cap Index dan mengeluarkan 10 emiten Indonesia dari indeksnya.
  • Who?
    PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, GoTo Gojek Tokopedia, Bank Jago, Bukalapak.com, ESSA Industries Indonesia, MD Entertainment, Medikaloka Hermina, MNC Tourism Indonesia, Raharja Energi Cepu, Semen Indonesia, dan Transcoal Pacific.
  • Where?
    Evaluasi mencakup emiten yang tercatat di Indonesia dalam indeks global MSCI; pengumuman daftar HSC untuk TCPI dan FILM berasal dari Bursa Efek Indonesia.
  • When?
    Index Review MSCI edisi Agustus 2026 akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. TCPI masuk daftar HSC sejak 29 Mei 2026 dan FILM sejak 14 Juli 2026.
  • Why?
    MSCI mengumumkan perubahan komposisi indeks dalam evaluasi terbarunya. Alasan spesifik penurunan CPIN dan pengeluaran 10 emiten per saat ini belum ada keterangan resmi.
  • How?
    CPIN dipindahkan dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index. GOTO dikeluarkan dari Global Standard Index, sedangkan sembilan emiten lain dikeluarkan dari Global Small Cap Index.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
MSCI mengubah daftar saham dari Indonesia. Saham CPIN turun ke kelompok saham kecil. Lalu 10 saham keluar dari daftar MSCI, seperti GOTO, ARTO, BUKA, dan SMGR. TCPI dan FILM punya banyak saham yang dipegang pihak tertentu. Semua perubahan ini mulai berlaku setelah pasar tutup pada 31 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meski perubahan indeks MSCI menyentuh 11 emiten Indonesia, proses ini menghadirkan kejelasan mengenai pembaruan klasifikasi yang akan efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Informasi BEI tentang konsentrasi kepemilikan pada TCPI dan FILM juga melengkapi gambaran pasar dengan penanda yang jelas atas kondisi kedua emiten tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hasil Index Review MSCI Inc terbaru edisi Agustus 2026 berdampak pada 11 emiten Indonesia.

Dikutip dari situs resmi MSCI, ada satu saham yang turun kasta, yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang sebelumnya menjadi konstituen Global Standard Index, kini turun ke Global Small Cap Index.

Kemudian, ada 10 saham Indonesia yang terdepak dari indeks MSCI, sebagai berikut:

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): terdepak dari Global Standard Index

PT Bank Jago Tbk (ARTO): terdepak dari Global Small Cap Index

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA): terdepak dari Global Small Cap Index

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA): terdepak dari Global Small Cap Index

PT MD Entertainment Tbk (FILM): terdepak dari Global Small Cap Index

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL): terdepak dari Global Small Cap Index

PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG): terdepak dari Global Small Cap Index

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): terdepak dari Global Small Cap Index

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR): terdepak dari Global Small Cap Index

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI): terdepak dari Global Small Cap Index.

Dari daftar tersebut, ada dua emiten yang sebelumnya dinyatakan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi pada suatu pihak tertentu atau high shareholding concentration (HSC). Dua emiten itu adalah TCPI dan FILM.

TCPI ditetapkan dalam daftar HSC sejak 29 Mei 2026 lalu. Sementara itu, FILM masuk daftar HSC sejak 14 Juli 2026 lalu.

Adapun seluruh keputusan MSCI dalam Index Review terbaru itu akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026 mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article