Ekspektasi Bunga AS Naik, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18 Ribu per Dolar

Rupiah dibuka melemah ke Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Selasa (29/9/2026).
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS menekan rupiah.
Rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Selasa (29/9/2026). Pada pembukaan pasar pagi hari, rupiah dibuka di posisi Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.08 WIB, mata uang Garuda terpantau terkoreksi sebesar 17 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp17.995 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.978 per dolar AS.
1. Suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS tekan rupiah
Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap mata uang dolar AS. Itu dipengaruhi oleh ekspektasi pasar mengenai potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Fed).
Selain itu, peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield), yakni tingkat keuntungan yang ditawarkan dari surat utang pemerintah AS yang terus melonjak turut memperkuat posisi dolar AS dan memberikan tekanan bagi mata uang negara berkembang seperti Indonesia.
"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat," ujar Lukman.
2. Sikap hati-hati investor menanti rilis data ekonomi penting
Lukman memaparkan para investor juga cenderung mengambil sikap berhati-hati atau wait and see. Sikap waspada muncul karena pasar sedang memasuki pekan yang sangat padat dengan berbagai rilis data ekonomi penting, baik dari ranah domestik maupun internasional.
"Investor juga cenderung berhati-hati dalam pekan yang padat data dengan ekonomi penting baik dari domestik maupun internasional," tuturnya.
3. Proyeksi arah pergerakan kurs rupiah hari ini
Mengenai estimasi pergerakan nilai tukar sepanjang sesi perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan akan bergerak pada rentang harian di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Sementara itu, depresiasi atau pelemahan rupiah sejak awal tahun (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 7,88 persen, dengan rentang pergerakan 52 minggu dari Rp16.515 hingga Rp18.209 per dolar AS.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















