Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
El Nino dan Geopolitik Ancam Ekonomi, Rupiah Melemah Tipis
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen ke Rp17.758 per dolar AS pada Jumat (18/9/2026).
  • Pelaku pasar menyoroti kenaikan harga minyak, geopolitik Timur Tengah dan Eropa Timur, serta fenomena El Nino.
  • Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah pada perdagangan Senin (21/9/2026).
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
akhir Agustus 2026

Defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9 persen dari PDB. Keseimbangan primer masih positif Rp154 triliun.

Jumat (18/9/2026)

Rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen ke Rp17.758 per dolar AS.

Senin (21/9/2026)

Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan potensi melemah ke kisaran Rp17.750-Rp17.800 per dolar AS.

pekan depan

Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.650-Rp18.000 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen dan ditutup di Rp17.758 per dolar AS.
  • Who?
    Rupiah, pelaku pasar, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pemerintah, dan BMKG terkait dalam perkembangan ini.
  • Where?
    Jakarta, dengan perhatian pada sejumlah wilayah Indonesia serta geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur.
  • When?
    Penutupan perdagangan terjadi pada Jumat (18/9/2026).
  • Why?
    Kenaikan harga minyak mentah dunia, geopolitik, dan fenomena El Nino menjadi perhatian pelaku pasar.
  • How?
    Rupiah sempat menguat hingga 15 poin, lalu kembali tertekan dari penutupan sebelumnya di Rp17.753 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aku melihat uang rupiah turun sedikit menjadi Rp17.758 untuk satu dolar AS pada Jumat. Ibrahim Assuaibi bilang orang-orang di pasar memperhatikan El Nino dan keadaan geopolitik. Ia juga memperkirakan rupiah bisa bergerak naik turun pada Senin. Sekarang, rupiah sudah melemah 6,46 persen sejak awal tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Data fiskal menunjukkan keseimbangan primer masih positif Rp154 triliun meski defisit APBN hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun. Posisi ini menjadi sinyal positif yang turut dicermati di tengah perhatian pasar terhadap pergerakan rupiah, harga minyak mentah dunia, geopolitik, dan fenomena El Nino.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026). Rupiah parkir di level Rp17.758 per dolar AS akhir pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen. Rupiah sebelumnya sempat menguat hingga 15 poin selama perdagangan, sebelum kembali tertekan dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.753 per dolar AS.

1. El Nino dan geopolitik jadi sorotan investor

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan kenaikan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur serta fenomena El Nino menjadi perhatian pelaku pasar.

Menurutnya, kondisi panas dan kering di sejumlah wilayah Indonesia meningkatkan risiko terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ibrahim menyebut kondisi tersebut juga berisiko menekan pasokan pangan dan mendorong inflasi. BMKG sebelumnya mengingatkan potensi kemarau dan kekeringan di sejumlah wilayah hingga akhir 2026.

"Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur dan fenomena El Nino pada tahun 2026 kembali menjadi perhatian pasar," kata Ibrahim.

2. Defisit APBN tetap terkendali jadi sinyal positif

Dari sisi fiskal, Ibrahim mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9 persen dari PDB.

Realisasi pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp2.295,7 triliun. Meski demikian, keseimbangan primer masih positif Rp154 triliun.

"Secara keseluruhan tahun, pemerintah memperkirakan defisit APBN hingga akhir tahun 2026 akan berada di sekitar 2,85 persen dari PDB (atau setara Rp734,3 triliun), sedikit di atas target awal APBN yang sebesar 2,68 persen PDB," ujar Ibrahim.

3. Rupiah diproyeksi melemah lagi awal pekan depan

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (21/9/2026), dengan potensi melemah ke kisaran Rp17.750-Rp17.800 per dolar AS.

Untuk perdagangan sepanjang pekan depan, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.650-Rp18.000 per dolar AS.

Sementara itu, depresiasi atau pelemahan rupiah sejak awal tahun (year-to-date/ytd) tercatat 6,46 persen, sedangkan dalam 52 minggu terakhir pergerakannya berada di kisaran Rp16.515-Rp18.209 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article