Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GMF AeroAsia Kantongi Proyek Perbaikan Pesawat TNI Falcon hingga A400M
Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • GMF AeroAsia memperoleh komitmen proyek offset Kemenhan untuk perawatan Hercules, Falcon, Rafale, dan Airbus A400M, dengan pembagian pekerjaan bersama perusahaan lain.
  • Bisnis perawatan pesawat militer melalui SBU Defense menyumbang 10 persen pendapatan GMF tahun ini dan ditargetkan meningkat menjadi 20 persen dalam lima tahun.
  • GMF mengerjakan delapan proyek perawatan pesawat TNI senilai 80 juta dolar AS atau Rp1,43 triliun, termasuk modernisasi Hercules C-130 A-1319 selama tiga tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
GMF AeroAsia mendapat pekerjaan merawat pesawat TNI, seperti Hercules, Falcon, Rafale, dan A400M. Mereka sedang mengerjakan delapan proyek. Hari ini mereka menyerahkan pesawat Hercules A-1319 yang diperbaiki selama tiga tahun. Pesawat berikutnya diharap selesai lebih cepat. Dari pekerjaan ini, GMF mendapat uang sekitar Rp1,43 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF AeroAsia mengantongi komitmen proyek perawatan pesawat dengan program offset dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Selain pesawat Hercules, GMF AeroAsia juga akan melakukan perawatan pesawat jet Falcon dan Rafale, serta pesawat Airbus A400M.

“Selain C-130 (Hercules ini), kami dapat offset untuk A400M, maintenance-nya untuk Falcon dan untuk Rafale. Nanti bagi-bagi. Jadi offset itu misalnya Rafale, tidak di satu perusahaan. Misalnya GMF dapat avioniknya, PTDI dapat engine-nya, kami dapat juga structure-nya,” tutur Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi di Hanggar GMF, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026).

1. Targetkan peningkatan kontribusi pendapatan perawatan pesawat militer hingga 20 persen

Pesawat Hercules C-130 A-1319 milik TNI Angkatan Udara (AU) yang telah dimodernisasi oleh GMF AeroAsia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Andi mengatakan, perbaikan pesawat militer dilakukan oleh divisi SBU Defense GMF AeroAsia yang telah berdiri sejak 2021.

Tahun ini, bisnis perawatan pesawat militer berkontribusi sebesar 10 persen pada pendapatan perusahaan. Ke depannya, GMF menargetkan kontribusinya bisa mencapai 20 persen.

“Tahun ini revenue dari defense itu 10 persen dari total revenue GMF. Target kita 10 persen, 5 tahun ke depan target kita 20 persen,” ucap Andi.

2. GMF AeroAsia kantongi 8 proyek perawatan pesawat TNI

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyerahkan pesawat Hercules C-130 A-1319 yang telah dimodernisasi GMF AeroAsia kepada TNI Angkatan Udara (AU), Rabu (19/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Hingga saat ini, GMF AeroAsia dalam proses pengerjaan delapan proyek perawatan pesawat TNI. Proyek pertama adalah modernisasi Center Wing Box Replacement (CWBR) pesawat Hercules A-1315 yang telah diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan RI dan TNI Angkatan Udara (AU) pada 2023 lalu.

Hari ini, GMF AeroAsia menyerahkan pesawat Hercules C-130 A-1319 yang telah dimodernisasi secara besar-besaran kepada Kemenhan.

Program modernisasi A-1319 mencakup modifikasi yang lebih besar, yaitu Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), dan Structural Integrity Program (SIP) yang bertujuan untuk menjaga integritas struktur pesawat, memperbarui sistem avionik, serta mendukung kesiapan dan keandalan operasional. Proses pengerjaan modernisasi A-1319 berlangsung selama 3 tahun.

“Tapi untuk pesawat berikutnya, prosesnya lebih cepat. Pesawat berikutnya 18 bulan. Jadi nanti pesawat nomor 3 dan 4 tahun ini juga selesai, Oktober dan Desember,” tutur Andi.

3. GMF AeroAsia kantongi Rp1,43 triliun

Pesawat Hercules C-130 A-1319 milik TNI Angkatan Udara (AU) yang telah dimodernisasi oleh GMF AeroAsia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dengan delapan proyek perawatan pesawat TNI dari Kemenhan tersebut, GMF AeroAsia mengantongi 80 juta dolar AS, atau setara Rp1,43 triliun (kurs Rp17.840 per dolar AS).

Pencapaian itu juga membuka peluang bagi GMF untuk mengembangkan kapabilitasnya menjadi Hercules Service Center, serta memperoleh kepercayaan untuk menangani lebih banyak armada Hercules di masa mendatang, didukung oleh sinergi dengan Lockheed Martin.

Editorial Team

Related Article