ilustrasi pembangkit listrik (unsplash.com/Nopparuj Lamaikul)
Google mengambil pasokan listrik dari pembangkit gas alam milik Tallgrass Energy dan Black Hills Energy. Mereka juga menjalankan studi rekayasa teknis untuk melengkapi turbin siklus gabungan Tallgrass Energy dengan teknologi penangkap karbon. Di samping itu, AEP pada Oktober lalu mengumumkan rencana penanaman modal sekitar 4 miliar dolar AS atau setara Rp72,34 triliun untuk pembangkit fuel cell di bawah perjanjian pembelian daya selama dua puluh tahun, dengan target operasi penuh pada akhir 2028.
Black Hills Energy menyatakan dalam rilis 6 Oktober bahwa mereka telah menandatangani perjanjian definitif yang berlaku efektif 30 September untuk melayani pusat data tersebut. Perusahaan itu berencana menginvestasikan 1,8 miliar dolar AS atau setara Rp32,55 triliun pada kurun 2027 hingga 2029 guna membangun pembangkit gas alam berkapasitas 564 megawatt. Mereka menyediakan layanan tersambung jaringan hingga 590 megawatt serta mengelola 2,1 gigawatt sumber daya pihak ketiga melalui private microgrid, dengan target operasi mulai akhir 2027 dan estimasi laba bersih 150 juta dolar AS atau setara Rp2,71 triliun pada 2030.