Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Google Kucurkan Investasi Rp307,45 Triliun ke Proyek di Wyoming

3 min read
Google Kucurkan Investasi Rp307,45 Triliun ke Proyek di Wyoming
ilustrasi logo Google (unsplash.com/Mitchell Luo)
  • Google akan menginvestasikan 17 miliar dolar AS atau Rp307,45 triliun untuk membangun pusat data pertamanya di Wyoming, berlokasi di Laramie County.
  • Pusat data akan memakai pendingin udara dan didukung listrik gas alam, fuel cell 702 megawatt, serta teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.
  • Proyek diproyeksikan menghasilkan pajak properti lokal ratusan juta dolar AS, sementara Google membentuk dewan komunitas menyusul kekhawatiran warga Cheyenne.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Alphabet melalui Google mengumumkan rencana investasi jangka panjang sebesar 17 miliar dolar AS atau setara Rp307,45 triliun (kurs Rp18.085) untuk membangun pusat data pertamanya di negara bagian Wyoming, Amerika Serikat, pada Kamis waktu setempat. Proyek pusat data tersebut berlokasi di Laramie County.

Dalam proyek ini, Google bekerja sama dengan Tallgrass Energy, Black Hills Energy, American Electric Power (AEP), dan Related Digital. Fasilitas tersebut akan menggunakan teknologi pendingin udara alih-alih air untuk meminimalkan beban pada pasokan air lokal.

  1. 1. Instalasi energi fuel cell dan penyimpanan emisi

    ilustrasi pusat data
    ilustrasi pusat data (pexels.com/Brett Sayles)

    Pusat data ini terikat kontrak dengan AEP untuk pengembangan fasilitas fuel cell berbahan bakar gas alam dengan kapasitas 702 megawatt. Dilansir Anadolu Agency, pengembangan ini dilengkapi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage atau CCS), yang menjadi rencana proyek terbesar untuk jenisnya. Sel bahan bakar tersebut diproduksi di Amerika Serikat oleh Bloom Energy.

    Tallgrass Energy akan menyimpan emisi karbon yang ditangkap secara permanen di Eastern Wyoming Sequestration Hub. Kemitraan ini menambah total kapasitas penangkapan karbon yang terikat kontrak dengan Google di negara tersebut menjadi hampir satu gigawatt. Namun, persentase pasti emisi pembangkit yang akan ditangkap belum diumumkan ke publik.

  2. 2. Skema pasokan listrik dan komitmen investasi mitra

    ilustrasi pembangkit listrik
    ilustrasi pembangkit listrik (unsplash.com/Nopparuj Lamaikul)

    Google mengambil pasokan listrik dari pembangkit gas alam milik Tallgrass Energy dan Black Hills Energy. Mereka juga menjalankan studi rekayasa teknis untuk melengkapi turbin siklus gabungan Tallgrass Energy dengan teknologi penangkap karbon. Di samping itu, AEP pada Oktober lalu mengumumkan rencana penanaman modal sekitar 4 miliar dolar AS atau setara Rp72,34 triliun untuk pembangkit fuel cell di bawah perjanjian pembelian daya selama dua puluh tahun, dengan target operasi penuh pada akhir 2028.

    Black Hills Energy menyatakan dalam rilis 6 Oktober bahwa mereka telah menandatangani perjanjian definitif yang berlaku efektif 30 September untuk melayani pusat data tersebut. Perusahaan itu berencana menginvestasikan 1,8 miliar dolar AS atau setara Rp32,55 triliun pada kurun 2027 hingga 2029 guna membangun pembangkit gas alam berkapasitas 564 megawatt. Mereka menyediakan layanan tersambung jaringan hingga 590 megawatt serta mengelola 2,1 gigawatt sumber daya pihak ketiga melalui private microgrid, dengan target operasi mulai akhir 2027 dan estimasi laba bersih 150 juta dolar AS atau setara Rp2,71 triliun pada 2030.

  3. 3. Pendapatan pajak lokal dan dinamika komunitas

    Wyoming, Amerika Serikat
    Wyoming, Amerika Serikat (Vasiliymeshko, CC BY-SA 4.0, via WIkimedia Commons)

    Google memperkirakan proyek ini memberikan penerimaan pajak properti lokal bernilai ratusan juta dolar AS untuk Laramie County dan School District 1. Pihak perusahaan telah menemui lebih dari 200 warga di pusat kota Cheyenne yang menyampaikan kekhawatiran atas dampak ekspansi pusat data terhadap kota mereka. Dilansir Quartz, Google bersama para mitra dan Bloom Energy tengah membentuk sebuah dewan komunitas untuk merumuskan solusi bagi Cheyenne.

    Proyek di Wyoming ini sebelumnya diumumkan oleh Crusoe bersama Tallgrass Energy pada Juli 2025. Berdasarkan laporan Bloomberg dengan mengutip sumber anonim, Crusoe disingkirkan dari proyek pada Juni saat Google menyatakan kekhawatiran terkait biaya dan jadwal, lalu Black Hills Energy memutuskan melanjutkan langkah tanpa Crusoe. Pengumuman investasi Google ini disampaikan dua hari setelah pemilih di berbagai wilayah Amerika Serikat menyetujui pembatasan pusat data dalam 40 dari 41 pemungutan suara daerah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More