Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Emas Dunia Naik, Begini Prospek Saham ANTM

Harga Emas Dunia Naik, Begini Prospek Saham ANTM
EmasKITA dengan teknologi BullionProtect. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Harga emas dunia diprediksi bakal mengalami kenaikan. Senior Equity Analyst PT Jasa Utama Capital Sekuritas, Samuel Glenn Tanuwidjaja, memproyeksikan harga emas bakal bergerak pada rentang 1.940-1.980 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ounces.

Proyeksi tersebut berdasarkan perhitungan efek negatif dari kenaikan harga minyak yang berkelanjutan. Atas kenaikan harga emas dunia tersebut, Samuel menyebutkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam bakal tetap prospektif buat investor.

"Berdasarkan performa earnings yang masih di atas rata-rata dan harga emas cenderung stabil dengan estimasi EPS FY23 di angka Rp174 per saham dan PE Ratio 11,2 kali, maka rekomendasi BUY untuk ANTM dengan target price Rp1.920 per saham," tutur Samuel dalam keterangannya, dikutip Senin (25/9/2023).

Sekadar informasi, harga emas global saat ini sudah naik 1,6 persen dalam sebulan dan mendekati level resisten 1.944 dolar per ounce.

  1. 1. Kinerja Antam cukup stabil

    Ilustrasi grafik (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi grafik (IDN Times/Arief Rahmat)

    Secara rinci Samuel menjelaskan, kinerja emiten badan usaha milik negara (BUMN) sektor tambang tersebut cukup stabil.

    Hal itu dapat dilihat dari pendapatannya yang tetap stabil dengan rata-rata pertumbuhan 15 persen secara tahunan alias year on year (yoy).

    Namun, pendapatan tersebut masih di bawah rata-ratapertumbuhan Antam dalam lima tahun sebelumnya. Naiknya pendapatan emas ANTM didukung oleh kenaikan harga jual emas rata-rata.

    "Selain itu ,di sisi operasional , penjualan volume logam emas naik ke 13.508 kilogram atau tumbuh 0,3 persen. Saya melihat juga kenaikan laba usaha dan laba bersih ANTM naik 59 persen yoy dan 24 yoy," ucap Samuel.

  2. 2. Segmen emas ANTM akan meningkat

    Produk-produk EmasKITA. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Produk-produk EmasKITA. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Samuel menambahkan, kinerja Antam tersebut juga melebihi rata-rata kenaikan selama lima tahun terakhr yang didukung oleh penurunan beban umum dan administrasi sebanyak 30,4 persen dan penurunan beban penjualan sebanyak tiga persen.

    Selain itu, Samuel juga melihat adanya peningkatan net profit margin Antam pada semester-I 2023 sebanyak 0,4 persen ke level 8,7 persen dibanding rata-rata sepanjang 2022, yakni 8,3 persen. .

    "Mengingat 62 persen pendapatan ANTM berasal dari penjualan emas. Saya melihat pendapatan dari segmen emas akan tetap meningkat," kata dia.

  3. 3. Alasan investor koleksi emas sebagai instrumen yang aman

    ilustrasi emas (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi emas (IDN Times/Aditya Pratama)

    Investor kemudian meningkatkan minatnya untuk meningkatkan simpanan emasnya lantaran merasa sebagai safe haven instrument.

    Beberapa faktor yang memunculkan minat tersebut antara lain kondisi ekonomi di China yang dikabarkan menurun dengan kinerja PMI manufaktur, kinerja retail, dan properti sales, serta kinerja ekspor dan impor yang menurun selama beberapa kuartal tahun ini.

    Selain itu, lanjut Samuel, proyeksi ekonomi yang volatil karena peningkatan harga minyak WTI dan Brent ke level tertinggi semenjak Maret 2022, juga dinilai dapat membebankan anggaran transportasi pada emiten-emiten domestik dan internasional.

    "Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran investor akan penurunan kinerja marjin profitabilitas dan mengubah nilai valuasi harga saham emiten-emiten menjadi lebih rendah, khususnya di sektor manufaktur, perhotelan dan restoran, serta retail consumer goods dan pertambangan," ujar Samuel.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More