ilustrasi Maoping village, Tonglu, Hangzhou, Zhejiang, China, lansia sedang jalan kaki, rumah di desa (unsplash.com/Cici GUAN)
Biaya kesehatan bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat China untuk menahan pengeluaran. Xu dan Zhang juga menyoroti penurunan harga rumah dalam beberapa tahun terakhir yang terus membebani konsumsi rumah tangga. Ketika nilai properti menurun, sebagian pemilik rumah dapat merasa kondisi keuangannya memburuk karena salah satu aset utama mereka kehilangan nilai. Kekhawatiran tersebut bisa mendorong mereka mengurangi belanja dan mempertahankan lebih banyak uang sebagai cadangan.
IMF juga menyoroti lemahnya permintaan domestik China sebagai tantangan bagi model pertumbuhan ekonominya. Dalam pembahasannya mengenai arah pertumbuhan ekonomi China, IMF menekankan pentingnya memperkuat konsumsi rumah tangga dan jaring pengaman sosial. Kedua hal tersebut berkaitan karena masyarakat cenderung lebih leluasa menggunakan uangnya ketika merasa memiliki perlindungan yang cukup untuk menghadapi risiko keuangan.
Kalau biaya kesehatan masih terasa berat, perlindungan sosial belum memadai, dan nilai aset mengalami tekanan, rumah tangga bisa semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang. Pengeluaran untuk hiburan, barang baru, atau kebutuhan yang tidak mendesak mungkin menjadi hal pertama yang dikurangi. Jika kecenderungan ini terjadi pada banyak keluarga, permintaan terhadap barang dan jasa bisa ikut melemah. Karena itu, upaya mendorong konsumsi masyarakat China perlu memperhatikan keamanan finansial rumah tangga, bukan hanya peningkatan pendapatan.
Temuan IMF memperlihatkan bahwa tingginya biaya kesehatan menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat China lebih memilih menabung daripada berbelanja. Tekanan ini terasa lebih besar bagi warga pedesaan yang memiliki pendapatan lebih rendah dan menghadapi keterbatasan akses terhadap manfaat sosial. Data pendapatan dari FRED serta visualisasi perbandingan pengeluaran kesehatan melalui Datawrapper membantu memberikan gambaran tambahan mengenai perbedaan kondisi tersebut.
Di sisi lain, penurunan harga rumah juga dapat memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi keuangan mereka. Pada akhirnya, meningkatkan konsumsi masyarakat gak cukup hanya dengan mendorong mereka agar lebih banyak berbelanja, tapi juga perlu diikuti perlindungan sosial yang memadai agar rumah tangga merasa lebih aman menggunakan pendapatannya.