Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Investasi Rp80 Miliar, Pembangunan TOD Pertama di Bekasi Resmi Dimulai
Groundbreaking TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi. (IDN Times/Imam Faishal)

Bekasi, IDN Times - PT Summarecon Agung Tbk mulai membangun kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi dengan nilai investasi sekitar Rp80 miliar.

Proyek TOD pertama di Kota Bekasi itu ditandai melalui seremoni groundbreaking di kawasan Flyover Summarecon, Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Medan Satria, Jumat (24/7/2026).

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P Adhi mengatakan, pembangunan stasiun ekstensi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan atau pada Desember 2027.

"Ya, stasiun ekstensi ini kami akan bangun dalam waktu 18 bulan, dan kami akan menempatkan sebuah investment sekitar Rp80 miliar," jelas Adrianto, Jumat (24/7/2026).

1. Terhubung dengan berbagai moda transportasi

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi. (IDN Times/Imam Faishal)

Nantinya, kawasan TOD mengintegrasikan berbagai moda transportasi, mulai dari KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, hingga bus dalam satu kawasan. Menurut Adrianto, proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan akan terdiri dari tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge.

Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi tahap awal pengembangan kawasan TOD. Selanjutnya, akan dikembangkan jalur transportasi massal sepanjang lima kilometer yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, kawasan Summarecon Bekasi dan TOD, hingga Stasiun LRT Jabodebek.

"Artinya, fasilitas ini akan dipakai oleh masyarakat Bekasi dan masyarakat Bekasi punya kemudahan untuk memilih moda transportasi sesuai dengan destinasi yang mereka ganti," jelas Adrianto.

2. TOD harus berdampak pada ekonomi warga

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Imam Faishal)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pembangunan kawasan berbasis transit harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"TOD harus menghadirkan dampak positif bagi pengembangan usaha, dunia bisnis, termasuk pelaku UMKM. Buat apa kita memiliki konsep besar kalau tidak memberikan dampak ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan penghasilan dan daya beli masyarakat," kata AHY.

Menurut AHY, pembangunan infrastruktur tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui integrasi kawasan hunian, tempat kerja, pendidikan, pusat bisnis, hingga fasilitas umum.

"Tentunya groundbreaking ini mendorong agar TOD atau pengembangan wilayah perkotaan berbasis transit seperti yang sedang dikembangkan di lokasi ini, bisa menjadi model untuk kota-kota lainnya di Indonesia," kata AHY.

3. Pemkot Bekasi sebut TOD permudah mobilitas warga

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. (IDN Times/Imam Faishal)

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyambut baik pembangunan TOD pertama di Kota Bekasi. Menurutnya, kawasan tersebut akan memudahkan masyarakat berpindah antarmoda transportasi dalam satu lokasi.

"Ya, ini yang pertama. Bahkan saya melihat ini bisa menjadi proyek percontohan karena terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, mulai dari LRT, kereta api, hingga bus," katanya.

Ia mengatakan masyarakat yang turun dari kereta nantinya dapat langsung terhubung dengan moda transportasi lain sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.

"Alhamdulillah, Kota Bekasi mendapatkan berkah karena Summarecon membangun kawasan TOD yang terbesar di Kota Bekasi. Ini menjadi sarana yang menghubungkan beragam moda transportasi, sehingga mempermudah masyarakat yang turun dari kereta bisa langsung terhubung dengan transportasi lainnya," ujarnya.

Menurut Bobihoe, kehadiran TOD juga akan mendukung pengembangan Kota Bekasi sebagai kota modern dengan konsep hunian yang terintegrasi dengan simpul transportasi.

"Karena itu, pembangunan hunian akan diarahkan berada di sekitar simpul transportasi seperti TOD. Dengan begitu masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk bekerja maupun pulang ke rumah," ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article