Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jalan Nasional di Flores Kembali Fungsional Pasca Gempa
Jalan Nasional di Flores kembali fungsional pascagempa. (Dok. Kementerian PU)
  • Sembilan ruas jalan nasional di Pulau Flores yang terdampak gempa magnitudo 7,7 telah kembali fungsional.
  • Penanganan sementara mencakup 40 titik longsor dan empat titik patahan badan jalan yang telah diperbaiki.
  • Kementerian PU meminta pemerintah daerah mengirim data kerusakan dan menentukan lokasi infrastruktur yang diprioritaskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (18/8/2026)

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan Kementerian PU hadir pada setiap bencana dan meminta agar penanganan dilakukan secepatnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sembilan ruas jalan nasional di Pulau Flores yang terdampak gempa magnitudo 7,7 telah kembali fungsional.
  • Who?
    Kementerian PU, BPJN NTT, pemerintah daerah, dan Menteri PU Dody Hanggodo terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, termasuk jalur Trans Flores serta ruas Ruteng-Reo-Kedindi.
  • When?
    Dody Hanggodo menyampaikan keterangan terpisah pada Selasa (18/8/2026).
  • Why?
    Gempa magnitudo 7,7 merusak jalan dan jembatan, memicu longsor, patahan badan jalan, serta kerusakan jembatan dan plat duiker.
  • How?
    BPJN NTT mengerahkan personel, tujuh excavator, dan empat loader untuk membersihkan longsor serta memperbaiki akses jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sembilan jalan besar di Flores sudah bisa dilewati lagi setelah gempa 7,7. Ada tanah longsor, jalan retak, dan jembatan rusak. Kementerian PU dan BPJN NTT memakai alat besar untuk membersihkan jalan. Pak Dody meminta pemerintah daerah mengirim data tempat yang rusak supaya bisa diperbaiki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kembalinya sembilan ruas jalan nasional menjadi bagian dari penanganan akses transportasi di Flores setelah gempa. Penanganan sementara telah mencakup 40 titik longsor dan empat titik patahan badan jalan. Dukungan teknis Kementerian PU, alat berat BPJN NTT, serta penetapan prioritas oleh pemerintah daerah dapat mendukung pemeriksaan kerusakan di lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak sembilan ruas jalan nasional di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 telah kembali fungsional. Kerusakan yang ditemukan meliputi puluhan titik longsor, patahan badan jalan, serta kerusakan pada sejumlah jembatan dan pelat duiker.

Sebanyak delapan ruas di antaranya merupakan bagian dari jalur Trans Flores yang menghubungkan Labuan Bajo, Ende, hingga Maumere. Sementara itu, ruas Ruteng-Reo-Kedindi juga sudah dapat dilalui kembali.

"Kami hadir pada setiap bencana. Karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya harus bangkit," kata Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Dalam penanganan sementara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat 40 titik longsor telah ditangani. Sebanyak empat titik patahan badan jalan juga telah diperbaiki sehingga kembali dapat digunakan. Lima titik kerusakan pada jembatan dan pelat duiker masih memungkinkan untuk difungsikan.

1. Dody minta Pemda segera kirim data kerusakan infrastruktur

Jalan Nasional di Flores kembali fungsional pascagempa. (Dok. Kementerian PU)

Dody meminta pemerintah daerah segera mengirimkan data sementara beserta titik-titik kerusakan akibat gempa. Data tersebut dibutuhkan agar Kementerian PU dapat segera mengirim tim ke lokasi dan menentukan penanganan yang diperlukan.

Dia berharap, data disampaikan secara lengkap agar tim Kementerian PU dapat berkoordinasi dengan dinas terkait dan memeriksa kerusakan satu per satu di lapangan. Dengan cara itu, penanganan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat dan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi terdampak.

"Jadi, saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga, kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja," ujar Dody.

2. Pemda diminta tentukan infrastruktur yang jadi prioritas

Kondisi pasca gempa di Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, NTT. (Dok. Istimewa)

Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis dan menangani infrastruktur yang terdampak. Sementara itu, pemerintah daerah diminta menentukan lokasi yang perlu diprioritaskan.

Dody mengatakan pemerintah pusat akan membantu pengerjaan sesuai prioritas yang ditetapkan pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga akan membantu mengawal lokasi yang menjadi sasaran penanganan.

"Terkait prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan, kami yang mulai mengerjakan. Kewajiban kami dari pusat memang membantu, dan Pak Bupati sebagai perwakilan membantu menjaga, dan mana yang akan kami kerjakan," ujar Dody.

3. Personel dan alat berat telah dikerahkan

Jalan Nasional di Flores kembali fungsional pascagempa. (Dok. Kementerian PU)

Gempa magnitudo 7,7 merusak sejumlah jalan dan jembatan di Pulau Flores. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mengerahkan personel dan alat berat untuk membuka kembali akses yang tertutup longsor dan memperbaiki badan jalan yang rusak.

BPJN NTT telah mengirim tujuh ekskavator dan empat loader ke sejumlah lokasi terdampak. Alat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani kerusakan badan jalan, dan menjaga akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka.

Sembilan ruas jalan nasional yang kembali fungsional menjadi bagian dari penanganan akses transportasi di Flores setelah gempa. Penanganan kerusakan masih dilakukan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article