Jakarta, IDN Times – Industri panas bumi tengah memperkuat konsolidasi dan sinergi antarpemangku kepentingan untuk mendorong percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia. Penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu perhatian menjelang penyelenggaraan The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026.
Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (INAGA), Julfi Hadi, mengatakan percepatan pengembangan panas bumi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan pendanaan. Menurutnya, soliditas seluruh ekosistem industri juga menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan energi panas bumi di Tanah Air.
“Akselerasi pengembangan energi panas bumi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi dan pendanaan, tetapi juga pada soliditas para pemangku kepentingan yang menggerakkannya,” ujar Julfi Hadi dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Geothermal Fun Walk & Run 2026 yang digelar INAGA bersama On Us Asia di Gedung Energy, kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi rangkaian kegiatan pendukung IIGCE 2026 yang digelar INAGA bersama On Us Asia .
Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 600 peserta dari berbagai unsur ekosistem panas bumi, mulai dari jajaran eksekutif perusahaan pengembang, mitra bisnis dan sponsor strategis, komunitas, hingga perwakilan pemerintah.
