Jakarta, IDN Times - Ombudsman RI menemukan kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) di enam provinsi dan antrean panjang di 17 provinsi. Temuan sementara itu mendorong Ombudsman mengevaluasi tata kelola distribusi BBM bersubsidi, mulai dari perencanaan kebutuhan, hambatan pengiriman, hingga pengawasan penyaluran.
Anggota Ombudsman RI, Abdul Ghoffar, mengatakan, antrean tidak hanya dipicu keterbatasan stok.
“Temuan sementara kami menunjukkan bahwa persoalan antrean BBM tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan stok, tetapi juga berkaitan dengan hambatan distribusi, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. Karena itu, diperlukan evaluasi secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang,” ujar dia dikutip Rabu (21/10/2026).
