Jakarta, IDN Times - Capital Market Summit Expo (CMSE) yang menjadi ajang Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak masyarakat mengenali berbagai produk investasi di pasar modal resmi dibuka.
CMSE digelar mulai hari ini, Kamis (5/11/2026) sampai Sabtu, (7/11). Di hari pertama penyelenggaraan, suasana gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dipadati pengunjung acara tersebut. Dari pantauan IDN Times, antrean pengunjung ke gedung BEI untuk menghadiri CMSE mengular, sampai ke pintu di Halte BEI.
Di dalam gedung, ada 88 booth yang memeriahkan acara. Lobby gedung BEI yang biasanya lengang untuk lalu lalang, siang ini dipadati pengunjung.
Tak hanya pekerja dan pegiat pasar modal, banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir.
Pembukaan CMSE diisi dengan sambutan dari Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik. Dalam sambutannya, dia menyinggung tantangan yang dihadapi pasar modal saat ini, yaitu evaluasi terkait transparansi, kredibilitas, dan tata kelola dari penyedia indeks global, baik MSCI Inc (sebelumnya Morgan Stanley Capital International), FTSE Russel, dan S&P DJI.
Evaluasi itu memberikan tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan. Terakhir, pertimbangan MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market dan Standalone Market, yang memberikan dampak pada IHSG. Bahkan, perdagangan IHSG sempat dihentikan sementara atau trading halt.
“CMSE tahun ini kita lakukan dalam suasana yang penuh dinamika. Kalau kita melihat di satu sisi, pertumbuhan di pasar modal kita masih baik. Secara fundamental kinerja perusahaan tercatat di bursa masih baik. Nilai transaksi harian masih tumbuh di atas 10 persen,” ujar Jeffrey.