Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BEI Bagikan Dividen Rp1,56 Triliun, Setara Rp17 Miliar per Saham!

2 min read
BEI Bagikan Dividen Rp1,56 Triliun, Setara Rp17 Miliar per Saham!
Ikon Banteng Wulung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • BEI menetapkan dividen khusus Rp1,564 triliun dalam RUPSLB 28 Oktober 2026, setara Rp17 miliar per saham bagi pemegang saham yang tercatat pada 27 Oktober 2026.

  • Pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan Rp2 triliun sebagai dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan, setelah persetujuan RKAT 2027 serta anggaran dasar oleh OJK.

  • BEI menargetkan pendapatan 2027 sebesar Rp2,59 triliun dan laba bersih Rp563,8 miliar, didukung aktivitas transaksi, jasa pencatatan, layanan data, serta belanja investasi Rp670 miliar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembagian dividen Rp1,56 triliun kepada pemegang saham.

Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Rabu (28/10/2026).

  1. 1. Pemegang saham dapat Rp17 miliar per saham

    IMG_3354.jpeg
    Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Dengan nominal itu, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan setiap pemegang saham BEI mendapat dividen senilai Rp17 miliar per saham.

    “Pembagian dividen tunai yang merupakan dividen khusus kepada para pemegang saham perseroan yang berhak sebagaimana yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 27 Oktober 2026 dengan total nilai sebesar Rp1,564 triliun atau setara dengan Rp17 miliar per saham,” ucap Jeffrey dalam konferensi pers RUPSLB.

  2. 2. Tahan laba Rp2 triliun buat pengembangan BEI

    b970a5bc-bd3f-430b-8d49-b360c0624d95.jpeg
    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Pemegang saham juga menyetujui penggunaan saldo laba ditahan Rp2 triliun untuk dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan.

    “Pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan perseroan dalam laporan keuangan auditan periode berakhir sampai dengan tanggal 30 Juni 2026 setelah disetujuinya RKAT 2027 dan anggaran dasar oleh Otoritas Jasa Keuangan,” tutur Jeffrey.

  3. 3. Targetkan pendapatan Rp2,59 triliun di 2027

    ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
    ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

    Usai RUPSLB tersebut, Jeffrey juga mengatakan perusahaan menargetkan pendapatan mencapai Rp2,59 triliun tahun depan. Angka tersebut tumbuh 14,6 persen dari rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) 2026.

    “Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh sejumlah pendorong utama meliputi proyeksi aktivitas transaksi efek, yaitu nilai transaksi rata-rata harian Rp21 triliun, kemudian juga kontribusi dari jasa pencatatan efek, serta pertumbuhan jasa layanan data kebursaan yang terus bertumbuh setiap tahunnya,” kata Jeffrey.

    Adapun target laba bersih pada 2027 sebesar Rp563,8 miliar, atau meningkat 22,76 persen dibandingkan RKAT 2026.

    “Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan diproyeksikan menjadi Rp9,12 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp7,66 triliun. Selanjutnya, perseroan juga menganggarkan total belanja investasi sebesar Rp670 miliar, atau meningkat 161,82 persen untuk mendukung pengelolaan infrastruktur dan pertumbuhan bisnis ke depan,” tutur Jeffrey.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More