BEI Bidik Pendapatan Rp2,59 Triliun Sepanjang 2027

BEI berkomitmen memperkuat kualitas, transparansi, dan kepercayaan pasar melalui sejumlah reformasi, di tengah pelemahan IHSG yang dipengaruhi evaluasi penyedia indeks global.
Untuk 2027, BEI menargetkan pendapatan Rp2,59 triliun dan nilai transaksi harian Rp21 triliun, didukung pengembangan produk serta penyesuaian berbagai aturan pasar.
BEI memproyeksikan 905 pencatatan efek baru dan 1,3 juta investor aktif bulanan pada 2027, meski pasar tertekan isu potensi perubahan klasifikasi MSCI dan aksi jual asing.
Jakarta, IDN Times - Dinamika pasar masih membayangi Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal tahun hingga Rabu (28/10/2026). Evaluasi yang dilakukan oleh penyedia indeks global, seperti S&P DJI, FTSE Russell, dan MSCI Inc. (sebelumnya Morgan Stanley Capital International) berdampak besar pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dinamika itu juga menjadi sorotan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, yang dihadiri oleh jajaran Direksi BEI.
"Di tengah dinamika pasar modal yang kita hadapi sepanjang 2026, Bursa Efek Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat kualitas pasar, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor," ujar Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers RUPSLB.
1. Bidik pendapatan Rp2,59 triliun

Ikon Banteng Wulung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Pernyataan BEI menyoroti dinamika itu, diiringi dengan upaya-upaya yang telah dilakukan. Mulai dari penyempurnaan metodologi high shareholding concentration (HSC), menerbitkan ketentuan baru papan pemantauan khusus, dan memperketat peraturan tentang pencatatan saham untuk memperbaiki kualitas pencatatan.
Jeffrey juga membeberkan upaya peluncuran IDX Green Equity Designation, menyempurnakan program liquidity provider, menurunkan harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1, meluncurkan intraday short selling secara bertahap, menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7 persen, dan menerbitkan ETF emas.
Dengan upaya itu, BEI menargetkan nilai transaksi harian pada 2027 bisa mencapai Rp21 triliun, naik 16,7 persen dibandingkan RKAT 2026 yang sebesar Rp18 triliun,
"Dengan asumsi 241 hari bursa," kata Jeffrey.
2. Optimistis bakal ada 905 pencatatan efek baru

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko) Pada 16 Oktober 2026 lalu, MSCI Inc mengumumkan tengah mempertimbangkan untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Usulan tersebut didasarkan pada kekhawatiran investor terhadap tingkat investabilitas saham Indonesia. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mencakup transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi.
Dalam tinjauan klasifikasi pasar pada Juni 2026, MSCI mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku pasar mempertanyakan kemampuan investor untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia secara transparan dan efisien. Padahal, regulator pasar modal Indonesia telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi untuk meningkatkan transparansi dan memperbaiki akses investasi.
Pengumuman MSCI Inc. bagaikan badai bagi IHSG. Di hari itu juga, BEI sempat menghentikan sementara perdagangan bursa, karena IHSG terkoreksi lebih dari 8 persen. Pekan lalu, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net foreign sell senilai Rp6,67 triliun, meningkat 108 persen dibandingkan pekan sebelumnya, yakni Rp3,2 triliun.
Pelemahan IHSG masih berlanjut sampai pekan ini. Pagi tadi, IHSG dibuka melemah 17,06 poin atau -0,32 persen ke 5.249,07. Di tengah kondisi tersebut, BEI optimistis pada 2027 akan ada pencatatan efek baru, dengan proyeksi mencapai 905 efek, meningkat 13,1 persen dibandingkan RKAT 2026 sebesar 800 efek.
"Target tersebut mencakup Rp25 pencatatan saham baru, 175 emisi obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya termasuk waran terstruktur dan produk investasi kolektif," kata Jeffrey.
3. Jumlah investor ditargetkan tumbuh lebih dari 40 persen

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Tak hanya sampai di situ, BEI juga mengumumkan semangat optimisme, dengan memproyeksikan jumlah investor aktif bulanan bisa mencapai 1,3 juta investor tahun depan, naik 44,4 persen dibandingkan RKAT 2026 yang sebanyak 900 ribu investor.
"Bursa Efek Indonesia akan terus memperluas jangkauan edukasi, literasi dan aktivasi, melalui jaringan kantor perwakilan, galeri investasi serta pemanfaatan kanal digital," ujar Jeffrey.
Bagaimana dengan kondisi IHSG usai RUPSLB? Pada sekitar pukul 15.05 WIB, grafik IHSG berbalik menguat alias rebound sebesar 0,03 persen atau 1 poin ke 5.267,66. Namun, hanya dalam 11 menit, IHSG kembali ambruk ke zona merah. Menurut analisis BRI Danareksa Sekuritas, rebound membawa IHSG menjauhi level terendah hariannya, meski indeks masih berada di zona negatif secara intraday.


















