Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Pertimbangkan Harga Demi Tambah Impor Minyak dari AS
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah mempertimbangkan keekonomian saat meningkatkan pembelian energi dari Amerika Serikat.
  • Harga dan ketersediaan pasokan diperhitungkan agar pengadaan tidak membebani APBN maupun masyarakat.
  • Impor minyak mentah Rusia dilakukan melalui kerja sama antarpemerintah dengan Lemigas menjalankan kontrak dan proses impor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Juli 2026

Tahap pertama impor minyak mentah dari Rusia sudah terealisasi melalui pemerintah Indonesia dan Lemigas.

Rabu (5/8/2026)

Bahlil mengatakan pengadaan minyak mentah dari Rusia dilakukan oleh negara, bukan PT Pertamina (Persero), dengan skema G2G.

Kamis (17/9/2026)

Bahlil mengatakan pemerintah mempertimbangkan aspek keekonomian dalam meningkatkan pembelian energi dari Amerika Serikat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah mempertimbangkan peningkatan pembelian LPG dan minyak mentah dari Amerika Serikat.
  • Who?
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pemerintah Indonesia, Lemigas, dan pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam pengadaan energi.
  • Where?
    Bahlil menyampaikan keterangan kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • When?
    Keterangan mengenai pembelian energi dari AS disampaikan Kamis (17/9/2026).
  • Why?
    Peningkatan pembelian energi dari AS menjadi bagian dari Agreement on Reciprocal Trade atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-AS.
  • How?
    Pemerintah mempertimbangkan ketersediaan dan harga; impor minyak Rusia dilakukan melalui kerja sama G2G dengan Lemigas melaksanakan kontrak serta proses impor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bahlil bilang pemerintah mau membeli energi dari Amerika Serikat, tetapi harganya harus baik. Barangnya juga harus ada. Pemerintah tidak mau belanja itu membuat APBN dan rakyat terbebani. Indonesia juga sudah membeli minyak dari Rusia. Lemigas membantu menjalankan kontrak dan proses impornya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertimbangan harga dan keekonomian dalam pengadaan energi menunjukkan perhatian pemerintah terhadap beban APBN dan masyarakat. Ketersediaan pasokan tetap diperhitungkan bersama harga yang lebih murah. Dalam pengadaan minyak Rusia, pelaksanaan kontrak dan proses impor juga ditugaskan kepada Lemigas melalui skema kerja sama antarpemerintah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah tetap mempertimbangkan aspek keekonomian dalam meningkatkan pembelian energi dari Amerika Serikat (AS).

Peningkatan pembelian energi dari AS merupakan bagian bagian dari Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-AS. Hal itu termasuk dalam kesepakatan pembelian liquefied petroleum gas (LPG) dan minyak mentah (crude oil) dari AS.

1. Cari pasokan dengan harga yang lebih murah

Ilustrasi kapal tanker yang berlayar di perairan terbuka (pexels.com/Alexander Bobrov)

Bahlil mengatakan ketersediaan barang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam pengadaan energi. Namun, harga juga harus diperhitungkan agar pembelian tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun masyarakat.

"Artinya barang ada itu penting, tapi juga harus ekonomis sehingga tidak membebankan APBN kita dan atau tidak membebankan rakyat terhadap nilai daripada apa yang akan dibeli. Kita cari yang terbaik. Kita cari yang lebih murah, mana itu yang akan dibeli," ujar dia.

2. Indonesia kini memasok minyak dari Rusia

ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan impor minyak mentah dari Rusia. Tahap pertama impor tersebut sudah terealisasi pada Juli 2026 melalui pemerintah Indonesia dan Lemigas. Impor itu merupakan bagian dari rencana pengadaan minyak Rusia sebanyak 150 juta barel.

Untuk tahap kedua, Bahlil sebelumnya menyebut prosesnya sudah mulai berjalan. Pengadaan minyak Rusia dilakukan melalui kerja sama antarpemerintah atau government-to-government (G2G).

Saat ditanya kembali mengenai perkembangan minyak Rusia, Bahlil memastikan ketersediaan crude untuk kebutuhan Indonesia aman, termasuk dari negara tersebut. Namun, dia belum menjelaskan lebih jauh mengenai teknis pengadaan tahap berikutnya.

"Saya menyampaikan bahwa ketersediaan untuk crude kita Insya Allah aman, termasuk bagian daripada Rusia. Nanti yang teknis lainnya dari Rusia saya akan menjelaskan pada waktu yang tepat," ujar Bahlil.

3. Bahlil tak mau negara lain mengintervensi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil sebelumnya menegaskan pengadaan minyak mentah dari Rusia dilakukan oleh pemerintah, bukan melalui PT Pertamina (Persero). Jadi, mekanisme tersebut membuat pengadaan menjadi kewenangan negara.

Pemerintah mengimpor minyak dari Rusia dengan skema kerja sama G2G. Pemerintah menugaskan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk melaksanakan kontrak dan proses impor tersebut.

"Ya yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina, ya, negara. Jadi, negara enggak boleh diintervensi oleh negara lain, ya. Ini negara. Jadi, jangan diplesetin-plesetin. Yang melakukan impor adalah negara," kata Bahlil kepada jurnalis di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article