Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Gempur Kompleks Petrokimia Terbesar Iran

Israel Gempur Kompleks Petrokimia Terbesar Iran
ilustrasi kebakaran (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Israel menggempur kompleks petrokimia terbesar Iran di Assaluyeh dan Mahshahr, melumpuhkan pasokan energi serta menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi Iran.
  • Serangan menargetkan sumber pendanaan militer Iran, termasuk fasilitas produksi bahan peledak dan baja yang menopang Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).
  • Aksi ini terjadi di tengah pembahasan gencatan senjata 45 hari yang dimediasi Pakistan, Mesir, dan Turki, sementara konflik antara Israel dan Iran masih berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TimesIsrael menyerang kompleks petrokimia terbesar milik Iran pada Senin (6/4/2026). Aksi ini berlangsung saat Iran tetap menolak tekanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tak dibuka kembali untuk pelayaran.

Ledakan terdengar dari kawasan Petrokimia South Pars di Assaluyeh. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut fasilitas tersebut menyumbang sekitar 50 persen produksi petrokimia Iran.

1. Serangan melumpuhkan pasokan energi kawasan industri

ilustrasi pembangkit listrik (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi pembangkit listrik (pexels.com/Pixabay)

Menurut kantor berita Iran Tasnim, serangan Israel turut menghantam perusahaan penyedia listrik, air, dan oksigen di Assaluyeh. Dampaknya, suplai listrik ke seluruh unit petrokimia di wilayah itu langsung terhenti meski perusahaan petrokimia Pars utama tak terkena kerusakan langsung.

Perusahaan Petrokimia Nasional Iran menyatakan api di lokasi Pars berhasil dipadamkan tanpa laporan korban luka. Otoritas setempat juga menyebut serangan mengenai kompleks lain di Marvdasht di wilayah utara dan kebakaran di sana juga sudah dikendalikan.

Israel melalui Katz mengonfirmasi serangan lain ke Zona Khusus Petrokimia Mahshahr di provinsi Khuzestan.

“Kedua fasilitas tersebut, yang bersama-sama menyumbang sekitar 85 persen dari ekspor petrokimia Iran, telah dikeluarkan dari operasi dan tidak lagi berfungsi,” kata Katz, dikutip CNA.

Ia juga menyebut dampak serangan ini sebagai kerugian ekonomi besar bagi Iran yang nilainya mencapai puluhan miliar dolar AS.

2. Israel menargetkan sumber pembiayaan militer Iran

bendera Israel
bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)

Katz menjelaskan industri petrokimia menjadi salah satu penopang dana utama bagi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) serta sektor militer Iran. Ia menyampaikan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama dirinya telah memerintahkan militer Israel untuk terus menyerang infrastruktur nasional Iran secara maksimal, dilansir Jerusalem Post.

Angkatan Udara Israel juga mengincar lokasi Mahshahr yang menjadi pusat produksi komponen penting bagi bahan peledak, rudal balistik, serta berbagai jenis senjata. Militer Israel berharap serangan ini menghambat pemanfaatan bahan dari fasilitas tersebut untuk produksi persenjataan.

Netanyahu sebelumnya menyatakan serangan Israel telah merusak sekitar 70 persen kapasitas produksi baja Iran. Baja disebut sebagai material penting untuk pembuatan rudal, drone, kapal, dan perlengkapan militer lainnya.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah lokasi industri di Israel. Salah satu targetnya adalah kilang minyak di kota Haifa bagian utara.

3. Serangan terjadi di tengah pembahasan gencatan senjata

ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran
ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

Kompleks South Pars berada di wilayah Iran dari ladang gas lepas pantai terbesar di dunia yang dibagi dengan Qatar di Teluk Persia. Cadangan gas di kawasan ini diperkirakan mencapai 51 triliun meter kubik yang cukup memenuhi kebutuhan global selama 13 tahun.

Serangan pada awal pekan ini menjadi aksi kedua Israel terhadap area South Pars. Serangan sebelumnya pada Maret memicu balasan besar Iran yang menyasar infrastruktur minyak dan gas di beberapa negara Teluk Arab, termasuk fasilitas gas alam cair Ras Laffan milik Qatar, sementara media pemerintah Iran menyebut serangan terbaru tak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar di Assaluyeh, dilansir The Hill.

Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani menyatakan konflik masih berlangsung di tengah upaya pembicaraan untuk mengakhirinya. Katz menyebut Iran kerap memanfaatkan negosiasi untuk menunda waktu sambil tetap melancarkan serangan, sementara Israel terus merespons dan siap bertindak jika keputusan politik mengarah pada operasi militer.

Pembahasan gencatan senjata selama 45 hari yang dimediasi Pakistan, Mesir, dan Turki juga tengah berlangsung menurut laporan Axios. Gedung Putih menyebut Presiden Trump belum menyetujui proposal tersebut, sementara Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengonfirmasi pertukaran pandangan dengan berbagai pihak termasuk utusan AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran hampir mencapai kesepakatan, namun Teheran berulang kali membantah keterlibatan dalam negosiasi dengan AS atau Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More