Jakarta, IDN Times - Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria mengatakan, kontribusi PLTU Suralaya di Banten terhadap polusi udara Jakarta perlu dibuktikan melalui data dan kajian. Data dan kajian tersebut perlu menjelaskan hubungan antara emisi pembangkit dengan kualitas udara di Ibu Kota.
Menurut dia, pembuktian itu perlu mencakup data emisi, arah dan kecepatan angin, pemodelan dispersi, serta pengukuran konsentrasi polutan di Jakarta. Sofyano pun mempertanyakan dasar ilmiah yang digunakan untuk menyimpulkan PLTU Suralaya sebagai penyebab utama polusi udara di Jakarta.
“Kalau benar emisi PLTU Suralaya terbawa hingga Jakarta dan menjadi penyebab signifikan polusi, harus bisa dibuktikan secara ilmiah melalui data emisi, arah dan kecepatan angin, pemodelan dispersi, serta pengukuran konsentrasi polutan di Jakarta,” katanya pada Jumat (21/8/2026).
