Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Ajukan Calon Bos Bursa Mineral ke DPR, Nama Dirahasiakan
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR RI (IDN Times/Amir Faisol)
  • Presiden Prabowo Subianto mengajukan calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK kepada DPR melalui surpres R-38 tertanggal 10 Agustus 2026.
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad membacakan surpres tersebut dalam rapat paripurna pada 18 Agustus 2026, tanpa mengungkap identitas calon yang diajukan.
  • Prabowo meminta DPR segera membahas dan menerbitkan aturan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk mengejar target operasional pada awal 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Hal itu tertuang dalam surat presiden (surpres) R-38 tanggal 10 Agustus 2026 dan dibacakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Kendati demikian, Dasco tidak menyebut siapa sosok yang diajukan ke DPR untuk menempati kursi strategis tersebut.

"R-38 tanggal 10 Agustus 2026 hal Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan," kata Dasco saat memimpin rapat.

Presiden Prabowo Subianto mendesak DPR RI segera menerbitkan aturan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Kepala Negara juga meminta aturan tersebut diterbitkan dalam waktu sesingkat-singkatnya demi mengejar target operasional Bursa pada awal tahun 2027.

"Kita targetkan ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis segera mohon dibahas oleh DPR RI dan mohon diterbitkan dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo dalam pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article