Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Umumkan Jakarta Jadi Pusat Finansial Internasional Indonesia
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menetapkan Jakarta sebagai lokasi sementara Pusat Finansial Internasional Indonesia untuk memperkuat posisi Indonesia di sektor keuangan global.
  • Pemerintah membuka peluang pengembangan PFII di Bali dan wilayah lain, dengan fokus pada investasi, fintech, arbitrase, serta penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia.
  • PFII mencakup berbagai layanan keuangan dan insentif investor, sambil tetap menerapkan aturan antipencucian uang, transparansi pemilik manfaat, perpajakan, serta pertukaran informasi internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (14/8/2026)

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Jakarta sebagai lokasi sementara Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pemerintah juga membuka peluang pengembangan PFII di Bali dan kawasan lain yang menarik bagi investor internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Jakarta sebagai lokasi sementara Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), yang disiapkan sebagai pusat kegiatan keuangan berstandar dunia.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana PFII. Pemerintah menyiapkan lembaga pengelola, pengawas jasa keuangan, pengadilan di bawah Mahkamah Agung, dan lembaga arbitrase.
  • Where?
    Lokasi sementara PFII ditetapkan di Jakarta. Pemerintah juga membuka peluang pengembangan PFII di Bali dan kawasan Indonesia lain yang menarik bagi investor internasional.
  • When?
    Pengumuman disampaikan Prabowo saat pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
  • Why?
    PFII dibentuk untuk memperkuat posisi Indonesia dalam sektor keuangan global, menarik aliran modal luar negeri, meningkatkan daya saing ekonomi nasional, dan menghimpun modal dunia di Indonesia.
  • How?
    PFII akan memfasilitasi perbankan, pasar modal, fintech, arbitrase, dan investasi, dengan fasilitas perpajakan, golden visa, serta perizinan kompetitif, sambil menerapkan aturan antipencucian uang dan transparansi pemilik manfaat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo bilang Jakarta akan jadi Pusat Finansial Internasional Indonesia. Tempat ini dibuat supaya uang dari luar negeri mau masuk ke Indonesia. Nanti Bali mungkin juga punya tempat seperti itu. Di sana ada urusan bank, asuransi, dan investasi. Pemerintah tetap akan menjaga aturan agar semuanya jujur dan aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana PFII menempatkan Jakarta sebagai pintu masuk baru bagi aktivitas keuangan berstandar dunia, sambil membuka ruang bagi Bali dan daerah lain untuk menarik minat investor. Kombinasi fasilitas investasi, layanan perizinan kompetitif, serta penegakan transparansi dan aturan antipencucian uang menunjukkan upaya menyeimbangkan daya tarik modal dengan tata kelola yang terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana lokasi yang menjadi pusat Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pembentukan PFII disebut sebagai langkah memperkuat posisi Indonesia di sektor keuangan global.

“Hari ini saya umumkan rencana lokasi Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia, disingkat PFII. Kita telah tentukan lokasi sementara PFII di Jakarta,” kata Prabowo dalam pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, pemerintah juga membuka peluang menghadirkan PFII di kawasan lain di Indonesia yang dinilai memiliki daya tarik bagi investor internasional. Keberadaan pusat finansial tersebut diharapkan Prabowo mampu menarik aliran modal besar dari luar negeri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

“Dan begitu bisa, kita buka juga P-F-I-I di Bali dan mungkin ada kawasan lain di bagian lain dari Republik Indonesia yang menarik bagi dana-dana besar dari luar negeri,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, PFII akan menjadi wajah baru pusat-pusat keuangan Indonesia. Jakarta dan Bali dipersiapkan sebagai pusat keuangan investasi, teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia.

Kelembagaannya akan terdiri atas Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII, Pengadilan PFII di bawah Mahkamah Agung, serta Lembaga Arbitrase PFII.

Prabowo juga menjelaskan berbagai aktivitas keuangan yang dapat berlangsung di PFII. Mulai dari perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, hingga manajemen investasi.

“Kegiatan dapat mencakup perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, dan manajemen investasi. PFII menyediakan kepastian transfer dan repatriasi modal secara laba. Fasilitas perpajakan untuk kegiatan yang memenuhi syarat, golden visa, dan pelayanan perizinan yang kompetitif,” kata Prabowo.

Meski menawarkan berbagai kemudahan bagi investor, Prabowo menegaskan pemerintah tetap akan menjaga tata kelola yang baik.

“Pada saat yang sama, aturan antipencucian uang, transparansi pemilik manfaat, kewajiban perpajakan, dan pertukaran informasi internasional tetap kita tegakkan. Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia. Talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia. Untuk awalnya, Jakarta dan Bali harus menjadi tempat modal dunia dihimpun dan masa depan Indonesia dibiayai,” kata Prabowo.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article