Prabowo Tak Resmikan Giant Sea Wall, Tapi Jadi Peletak Batu Pertamanya

- Presiden Prabowo Subianto menargetkan memulai proyek Giant Sea Wall sebagai peletak batu pertama, meski memperkirakan peresmian selesai dilakukan presiden pada masa mendatang.
- Proyek ini dipandang mendesak untuk melindungi jutaan warga Pantura Jawa dan puluhan ribu hektare wilayah yang terdampak abrasi, penurunan muka tanah, serta kenaikan laut.
- BRIN telah menyiapkan teknologi pembangunan Giant Sea Wall yang dibagi menjadi 15 segmen; pelaksanaan serentak berpotensi memangkas estimasi pengerjaan 15 hingga 20 tahun.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, mungkin dirinya memang bukan sosok yang nantinya akan meresmikan Giant Sea Wall. Namun, dia akan jadi sosok yang meletakkan batu pertama proyek itu.
"Proyek Giant Sea Wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun. Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan, tapi saya bertekad Presiden ke-8 akan mulai proyek ini," kata Prabowo dalam pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengungkapkan, pembangunan Giant Sea Wall jadi sesuatu yang mutlak. Dia tak ingin menunggu bencana terjadi, baru proyek ini bisa terlaksana.
Menurutnya, Giant Sea Wall bisa menjadi pelindung bagi masyarakat yang berada di Pamtai Utara (Pantura) Jawa. Apalagi, sekarang daerah sana kerap dilanda abrasi dan penurunan muka tanah.
"Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus kita bangun segera, dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura Jawa. Untuk menyelamatkan puluhan ribu hektar yang sudah mulai tenggelam oleh naiknya laut," ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah mempersiapkan teknologi terkait pembangunan Giant Sea Wall ini. Pembangunan akan dibagi dalam 15 segmen.
"Dan jika dilaksanakan serentak, (pembangunan Giant Sea Wall) sesungguhnya mungkin berkurang dari 20 tahun. Apa pun kita harus berani mulai. Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura," kata Prabowo.

















