ilustrasi dolar AS (pexels.com/pixabay)
Selain itu, BI memperluas transaksi underlying yang dapat digunakan dalam instrumen tersebut. Perluasan mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri oleh bank, serta investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI).
Erwin menambahkan, intervensi BI dilakukan secara konsisten melalui berbagai instrumen, baik di pasar offshore maupun domestik.
Intervensi tersebut mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
"Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat," katanya.
Secara umum, BI menilai pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Secara kuartal berjalan atau quarter-to-date (qtd), rupiah tercatat menguat 0,46 persen.
Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia juga meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026. Posisi tersebut dinilai menjadi salah satu penopang dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.