Jakarta, IDN Times - Teknologi dulunya hadir sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan manusia. Telepon digunakan untuk berkomunikasi, komputer untuk mengolah data, dan televisi untuk menikmati hiburan.
Kini batas tersebut semakin kabur. Satu perangkat dapat digunakan untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, berbelanja, membayar tagihan, membuat konten, hingga mencari hiburan.
Perubahan itu bukan sekadar soal semakin banyaknya perangkat digital yang digunakan masyarakat. Teknologi perlahan berubah menjadi infrastruktur yang menopang kehidupan sehari-hari.
Di Indonesia, perubahan tersebut berlangsung seiring dengan semakin luasnya konektivitas. DataReportal mencatat terdapat 230 juta pengguna internet di Indonesia pada akhir 2025, setara dengan penetrasi 80,5 persen populasi. Pada periode yang sama, terdapat 331 juta koneksi seluler aktif atau setara 116 persen dari jumlah penduduk.
Lantas, seperti apa perubahan tersebut terlihat dalam kehidupan masyarakat?
