Jakarta, IDN Times - Analis InFast Bestari, Gede Sandra menilai penggunaan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai agunan kredit di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merupakan praktik lazim di dunia perbankan.
"Penggunaan saham sebagai jaminan, bukanlah praktik baru di dunia perbankan. Sangat lazim terjadi," katanya dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, penilaian terhadap transaksi tersebut perlu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian bank, kualitas agunan, serta kondisi keuangan perusahaan yang sahamnya dijaminkan.
"Ingat, Bank Mandiri adalah bank pemerintah yang beraset besar. Perusahannya sudah terbuka, pastilah mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar dia.
Salah satu parameter tersebut adalah rasio pinjaman terhadap nilai agunan atau loan to value (LTV). Bank juga perlu memantau pergerakan harga saham dan meminta tambahan agunan apabila nilainya turun signifikan.
