Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

SKK Migas Sebut Bisnis Asuransi Hulu Migas Masih Menguntungkan

SKK Migas Sebut Bisnis Asuransi Hulu Migas Masih Menguntungkan
Bincang Santai EITS: Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas di Jakarta, Kamis (5/3/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • SKK Migas menegaskan bisnis asuransi hulu migas tetap menguntungkan karena nilai premi yang diterima jauh lebih tinggi dibandingkan klaim yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi.
  • Asuransi berperan penting melindungi aset migas dan mencegah beban cost recovery membengkak di APBN, sehingga kontraktor bisa fokus pada peningkatan produksi tanpa risiko finansial besar.
  • Peningkatan jumlah pengeboran hingga hampir 1.000 sumur membuat kebutuhan perlindungan asuransi makin mendesak untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat insiden operasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan industri asuransi hulu migas secara konsisten mencatatkan nilai premi yang lebih tinggi dibandingkan klaim yang dibayarkan.

Kepala Divisi Perpajakan, Asuransi, dan Perbendaharaan SKK Migas Achmad Rezki Isfadjar mengatakan kondisi itu membuat pasar penanggung risiko global masih memandang bisnis hulu migas sebagai sektor yang sangat menguntungkan.

"Itu Alhamdulilah menerima premi lebih banyak ketimbang klaimnya. Artinya bisnis ini menguntungkan di sisi penanggung risiko," katanya dalam Bincang Santai EITS: Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

1. Nilai klaim asuransi pernah naik 3 kali lipat

ilustrasi asuransi
ilustrasi asuransi (freepik.com/rawpixel.com)

Rezki menegaskan penggunaan asuransi luar negeri bukan berarti merugikan pihak tertanggung. Dia berkaca pada pengalaman tahun 2012-2013, di mana total klaim sempat melonjak hingga tiga kali lipat dari rata-rata premi dengan nilai mencapai lebih dari 160 juta dolar AS.

"Klaimnya ada di tahun 2012-2013 jump up sampai 2-3 kali lipatnya dan nilainya itu lewat dari 160 juta dolar kalau nggak salah. Nah 160 juta dolar itu bukan angka yang kecil," ujarnya.

2. Asuransi jadi tameng APBN dari beban cost recovery

Ilustrasi APBN.
Ilustrasi APBN. (Kemenkeu)

Asuransi memungkinkan kontraktor migas untuk fokus pada target produksi tanpa khawatir terganggu biaya kerusakan aset yang tak terduga. Tanpa perlindungan, setiap insiden operasional akan menjadi beban langsung bagi negara melalui mekanisme cost recovery.

Karena sebagian besar kontrak migas saat ini masih menggunakan skema pengembalian biaya oleh negara, maka setiap kerusakan yang tidak diasuransikan otomatis akan memotong penerimaan negara.

"Artinya menjadi suatu hal yang penting dan keharusan bagi kami di SKK Migas untuk mengamankan aset-aset tersebut melalui asuransi," paparnya.

3. Risiko operasional naik drastis di tengah target 1.000 sumur

Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)
Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)

Perlindungan aset kini menjadi makin mendesak seiring masifnya aktivitas pengeboran. Rezki menyebut terjadi lonjakan jumlah sumur yang dibor, dari yang semula hanya 200-300 sumur per tahun, meroket hingga hampir 1.000 sumur pada 2022-2023.

"Dengan bertambahnya aset dan akan terus bertambah aset artinya perlindungan makin dibutuhkan," kata dia.

Rezki memperingatkan tanpa perlindungan asuransi yang kuat, insiden seperti semburan liar (blow out) dapat menimbulkan kerugian finansial yang sangat fatal bagi industri migas nasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More