Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tak Mau Kena Bully, Pengusaha Dapur MBG Hindari Kumpul-kumpul di Hotel
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Laksda TNI (Purn) Abdul Rivai Ras di kantor pusat APPMBGI. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pertemuan pengusaha dapur MBG digelar di kantor asosiasi, bukan hotel, untuk menghindari sorotan negatif dan tuduhan pemborosan anggaran dari warganet.
  • Ketua Umum APPMBGI menyoroti narasi media sosial yang lebih banyak menampilkan sisi negatif program MBG dan menegaskan peran asosiasi dalam meluruskan persepsi publik.
  • Acara ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan gedung APPMBGI sebagai markas besar baru yang menjadi pusat interaksi bagi anggota, pengurus, dan pemilik dapur MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengusaha dan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar pertemuan di kantor pusat Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Jakarta Timur pada Sabtu (25/4/2026).

Pertemuan tersebut sengaja tak dilakukan si hotel untuk menghindari sorotan negatif warganet. Ketua Umum APPMBGI Laksda TNI (Purn) Abdul Rivai Ras mengaku tak mau program MBG dituduh menghamburkan anggaran untuk kegiatan yang dianggap sebagai bentuk hura-hura.

"Kami menyelenggarakan kegiatan ini di tempat ini, bukan di hotel. Saya tidak ingin program MBG di-bully oleh netizen kalau kami menyelenggarakan di hotel, itu sama memancing para netizen mengatakan bahwa pengelola dapur berhura-hura menyelenggarakan kegiatan di hotel," kata dia dalam pertemuan asosiasi.

1. Hindari penilaian negatif publik

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Laksda TNI (Purn) Abdul Rivai Ras di kantor pusat APPMBGI. (IDN Times/Trio Hamdani)

Pertemuan digelar di kantor asosiasi agar tidak menimbulkan pandangan negatif. Dia ingin menghindari penilaian masyarakat yang mungkin mengarah pada pandangan negatif karena pengelola dapur hanya menghabiskan anggaran untuk kegiatan yang dianggap tidak perlu.

"Maka di tempat yang sederhana ini adalah merupakan tempat yang kami jadikan sebagai wadah untuk bisa berkumpul tanpa ada penilaian yang kemudian bisa mengarah pada hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

2. Meluruskan narasi di media sosial

MBG prasmanan di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Rivai melihat narasi di media sosial cenderung lebih banyak menyoroti sisi negatif ketimbang positif terkait program MBG. Dia menekankan peran APPMBGI hadir sebagai organisasi yang mampu meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di tengah masyarakat.

"Hari ini di media sosial lebih banyak negatifnya daripada positifnya ketika kita berbicara MBG. Setuju?!" Karena bapak ibu sekalian bisa menyaksikan, karena itu APPMBGI menjadi organisasi yang harus meluruskan semuanya," paparnya.

3. Kesempatan perkenalan markas besar APPMBGI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Laksda TNI (Purn) Abdul Rivai Ras di kantor pusat APPMBGI. (IDN Times/Trio Hamdani)

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan gedung APPMBGI kepada para anggota dan pengurus dari berbagai wilayah. Rivai berharap, lokasi tersebut dapat dikenal sebagai markas besar yang menjadi pusat interaksi bagi para pelaku usaha, mitra, maupun pemilik dapur MBG.

"Biar semua anggota kami, pengurus kami di sejumlah wilayah, pengurus daerah, mengetahui tempat kami berkumpul dan mengenal tempat ini sebagai pusat interaksi di hampir banyak pengusaha maupun pemilik dapur," kata dia.

Editorial Team