Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertanian AS Brooke Rollins (The White House Official YouTube Account, Public Domain, via Wikimedia Commons)
Menteri Pertanian Amerika Serikat Brooke Rollins menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil pemerintah. "Investasi 8 miliar dolar AS ini akan membantu membawa kepastian bagi para petani kita selama panen ini sehingga mereka dapat terus memberi makan bangsa kita," kata Rollins dalam pernyataan resminya. Sementara itu, dalam rapat umum di Kansas, Trump mengatakan, "Ketika Partai Republik menang, kami akan meloloskan lebih banyak pendanaan untuk para petani kita. Kami mencintai para petani kita".
Bantuan anyar ini melanjutkan dukungan finansial pemerintah sebelumnya, termasuk program Farmer Bridge Assistance yang menyalurkan 12 miliar dolar AS atau setara Rp215,60 triliun bagi lebih dari 560 ribu petani. Sekitar dua pekan lalu, hampir 14 miliar dolar AS atau setara Rp251,54 triliun pembayaran bruto juga diberikan melalui program Agriculture Risk Coverage dan Price Loss Coverage di bawah The Working Families Tax Cuts Act.
Di sisi lain, kepala ekonom dari Center on Budget and Policy Priorities, Gbenga Ajilore, berpendapat bahwa petani akan lebih diuntungkan oleh resolusi perang Amerika Serikat dengan Iran serta penghentian kebijakan tarif pemerintahan Trump. Ajilore menyebut penyelesaian tersebut berpeluang menurunkan harga energi di dalam negeri. Kepada CBS News, Ajilore mengatakan, "Bantuan ekonomi presiden kepada petani menjelang pemilu sela mengikuti pola sejak masa jabatan pertamanya: dia memberlakukan kebijakan yang merugikan petani, lalu membelanjakan uang pembayar pajak untuk mengimbangi kerusakan yang ditimbulkan kebijakannya".