Nilai tukar mata uang dapat bergerak naik dan turun mengikuti perubahan permintaan dan penawaran di pasar valuta asing. Pergerakan tersebut menjadi perhatian bank sentral ketika terjadi secara terlalu cepat atau menimbulkan tekanan yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian. Dalam kondisi tertentu, bank sentral dapat melakukan intervensi untuk meredam gejolak dan menjaga pasar tetap berjalan secara teratur.
Intervensi nilai tukar bukan berarti bank sentral selalu berusaha mempertahankan mata uang pada satu nilai tertentu. Langkah tersebut lebih ditujukan untuk mengurangi volatilitas berlebihan dan menjaga kepercayaan terhadap kondisi perekonomian. Berikut lima alasan bank sentral melakukan intervensi saat nilai tukar bergejolak.
