Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Likuiditas Terjaga, BRI Siap Perluas Pembiayaan Sektor Riil dan UMKM
Ilustrasi UMKM binaan BRI. (Dok. BRI)
  • BRI mendukung penempatan dana SAL pemerintah karena dinilai menjaga likuiditas perbankan dan memperkuat fungsi intermediasi secara prudent.
  • Likuiditas memadai akan dioptimalkan BRI untuk kredit produktif sektor riil dan UMKM, dengan tetap menjaga kualitas aset serta manajemen risiko.
  • Hingga triwulan I 2026, BRI menyalurkan kredit Rp1.562 triliun, termasuk Rp1.211 triliun untuk UMKM; pemerintah membuka peluang memperpanjang penempatan SAL di Himbara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BRI menyatakan siap memperluas penyaluran pembiayaan produktif kepada sektor riil dan UMKM dengan dukungan likuiditas dari penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).
  • Who?
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Himpunan Bank Milik Negara terlibat dalam kebijakan dan pelaksanaannya.
  • Where?
    Penempatan dana SAL dilakukan di bank-bank Himbara; Menteri Keuangan menyampaikan peluang perpanjangan penempatan dana tersebut di Tangerang.
  • When?
    Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI telah menyalurkan kredit Rp1.562 triliun. Pada Selasa, 4 Agustus, peluang perpanjangan penempatan SAL hingga tahun depan disampaikan.
  • Why?
    Kebijakan penempatan SAL ditujukan menjaga stabilitas likuiditas perbankan dan memperkuat fungsi intermediasi agar pembiayaan bagi dunia usaha, sektor riil, dan UMKM dapat ditingkatkan.
  • How?
    BRI akan mengoptimalkan likuiditas melalui penyaluran kredit berkualitas dan prudent ke UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lain, dengan tetap menjaga kualitas aset dan manajemen risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). Kebijakan tersebut mencerminkan sinergi fiskal dan sektor keuangan dalam menjaga stabilitas likuiditas sistem perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa instrumen pengelolaan kas negara seperti penempatan dana SAL memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kapasitas perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.

"BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery.

1. Likuiditas yang kuat mendukung penyaluran kredit produktif

Berbekal keberanian, Rosyidah mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. (Dok. BRI)

Menurut Hery, likuiditas yang terjaga merupakan prasyarat penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit yang sehat kepada sektor-sektor produktif. Dengan dukungan likuiditas yang memadai, perbankan memiliki ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan kualitas aset maupun manajemen risiko.

"Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat," kata Hery.

2. UMKM tetap menjadi fokus utama penyaluran kredit BRI

Hingga April 2026 BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia. Mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, dan industri pengolahan, dengan porsi mencapai 66,47 persen. (Dok. BRI)

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus mengarahkan ekspansi kredit kepada sektor-sektor yang menjadi penggerak utama perekonomian nasional, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lainnya. Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun, dan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio kredit BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.

Sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.

3. BRI mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan

Gedung BRI. (Dok. BRI)

Oleh karena itu, BRI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan bagi sektor riil.

"BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Hery.

Sebelumnya, pada Selasa (4/8) di Tangerang, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengutarakan membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan. Sebelumnya, sebagian dana SAL tersebut direncanakan akan ditarik pada akhir 2026. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article