Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Amarah

[PUISI] Amarah
ilustrasi kemarahan (pexel.com/ Maurício Mascaro)

Kali ini hilang semua ramah
Kau buat aku marah memerah
Membuncah segala resah
Logika seakan musnah

Diam!
Aku sudah naik pitam
Kesabaranku sudah habis dimakan temaram
Sebab tingkahMU membuatku geram

Percayaku kau ragukan
Sabarku kau permainankan

Jangan dulu bicara
Sekarang giliranku bersuara
Karena ketika aku murka
Aksaraku adalah senjata

Sudah cukup aku bisu
Sudah cukup tau aku
Sekarang aku sudah tak mau tau
Maafmu sudah tak perlu!

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

23 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction