Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Langit Tak Pernah Benar-Benar Jauh

Memandang ke langit
ilustrasi memandang ke langit (pexels.com/Vintxg Rikoz)

Kita terlalu sering mengira gelap itu abadi
Padahal hanya mata yang menolak terbuka
Langit tetap biru di balik segala bising
Hanya pandangan kita yang memilih tertutup debu

Berapa kali kita menuduh takdir bisu
Sementara doa sendiri jarang benar-benar tulus
Kita sibuk meminta tanda
Tapi takut membaca diri sebagai jawabannya

Langit tak pernah benar-benar jauh
Yang jauh hanyalah kesadaran bahwa ia selalu ada

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ikhlas dan Culas

21 Des 2025, 06:07 WIBFiction
ilustrasi melihat ke atas tebing berbatu dan berpohon

[PUISI] Akar yang Menyapa

21 Des 2025, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan bahagia

[PUISI] Detik Bahagia

21 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi lembaran kertas

[PUISI] Nadi Kertas Putih

20 Des 2025, 21:07 WIBFiction
pohon besar yang tumbuh di hutan

[PUISI] Rahasia Pohon Tua

20 Des 2025, 20:27 WIBFiction
ilustrasi lampu di malam hari

[PUISI] Senyap Berbisik

20 Des 2025, 05:15 WIBFiction
ilustrasi laut

[PUISI] Muara Berlabuh

19 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi pergi dalam diam

[PUISI] Pergi dalam Diam

18 Des 2025, 15:07 WIBFiction