Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Malam dan Diagnosa

[PUISI] Malam dan Diagnosa
ilustrasi laki laki sedang menunggu (unsplash.com/Vladislav Klapin)

Basah
Tepat di jalanan remang-remang
Terendus bau aspal
Sebab ulah hujan yang menjadikan senja tak datang

Bolehkan membenci hujan?
Bukankah sama saja dengan menyalahkan Tuhan?

Delapan puluh kilometer per jam
Bersama diagnosa palsu dari angan-angan
Logika yang semakin tak masuk akal
Juga riuh yang saling bertabrakan

Coba perhatikan netranya
Bukankah sudah membenci air mata?
Perhatikan pula lisannya
Bukankah sudah semakin liar juga?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tika Nur Hasanah
EditorTika Nur Hasanah
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Pagi yang Menunggu

11 Mei 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Sesal

[PUISI] Sesal

11 Mei 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Menyembuhkan Diri

[PUISI] Menyembuhkan Diri

10 Mei 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Pelan

[PUISI] Pelan

09 Mei 2026, 17:57 WIBFiction
[PUISI] Tabungan Rasa

[PUISI] Tabungan Rasa

09 Mei 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Perangai Mematikan

[PUISI] Perangai Mematikan

09 Mei 2026, 08:48 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction