Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Penantian Semesta

[PUISI] Penantian Semesta
unsplash.com/Alex Holyoake

Untukmu
Matahariku
Rangkaian kata ini jujur
Dari dasar hatiku

Tahukah kamu
Dari intensitas pertemuan kita
Yang aku tuju hanya satu
Kamu

Dari sekian banyak pembicaraanmu
Ku dengarkan setiap kata itu
Walau waktu berlalu secepat berlari
Aku tidak pernah peduli

Bahagia ku terlalu sederhana
Hanya dengan sekedar memandangmu
Meski topik utamanya
Bukanlah aku

Di ulu hati terasa perih
Di dadaku terasa pilu pedih
Mengharapkanmu terlalu tertatih
Entah kenapa ini terasa indah dan sedih

Tak apa
Mungkin bukan sekarang saatnya
Dihatimu jadi tempat ku bertahta
Aku tetap menanti dengan setia

Untuk terus mempertahankan cinta
Ku sembunyikan semua rasa
Dan untuk semua ungkapan doa
Aku yakin semesta tetap mendengarkannya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Evelyn Esther
EditorEvelyn Esther
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Ruang Kecil Bernama Rumah

07 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction