Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Perempuan Penunggu Kabar

ilustrasi perempuan menatap langit (pexels.com/Vlad Bagacian)
ilustrasi perempuan menatap langit (pexels.com/Vlad Bagacian)

Fajar menyingsing di ufuk timur
Tergopoh langkah mengikuti alur
Penglihatan mulai kabur
Seiring asa yang kembali kendur

Ragaku pun jatuh dan bersimpuh
Kala keras hatimu tak kunjung luluh
Mengadu pada Tuhan jadi cara terampuh
Satukan kami dalam penuh nan utuh

Kerinduanku tak lagi terbendung
Remuk redam aku meraung
Wahai kau pecinta ulung
Pada siapa aku harus bernaung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Chalimatus Sa'diyah
EditorChalimatus Sa'diyah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Teks Tanpa Pengirim

23 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perkuburan

[PUISI] Menuju Ketiadaan

23 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi angin

[PUISI] Embusan

22 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi wanita yang berdiri di dekat kereta

[PUISI] Sapa Tanpa Gaung

21 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
Potret kursi roda

[CERPEN] Kursi Roda Ali

20 Jan 2026, 21:56 WIBFiction
ilustrasi seorang pria di tengah keramaian

[PUISI] Berlalu-Lalang

20 Jan 2026, 21:48 WIBFiction