Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sebelum Tangan Dijabat Malaikat

[PUISI] Sebelum Tangan Dijabat Malaikat
ilustrasi seseorang bercermin di kaca retak (pexels.com/@shvets-production)

Ku berdiri di cermin yang retak

Batinku tersayat, luka tak tampak

Tapi rasa sakitnya berhasil merusak 

Sanubari hingga melompat bak katak

Kadang cepat, kadang lambat kumuak

Saat angin menyapu daun, kutersentak 

 

Yang mati ingin hidup sudah tak berhak

Membawa beribu janji yang menyeruak

Sudah menjadi mayat di alam akhirat

Yang hidup shalat tak boleh terlewat

Santap makanan lezat yang dimasak

Pakailah baju bercorak yang layak

Sebelum tangan dijabat malaikat

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Ulumiah
EditorSiti Ulumiah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri

16 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perpustakaan Waktu

[PUISI] Perpustakaan Waktu

16 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Jejak Keruh

[PUISI] Jejak Keruh

16 Mar 2026, 05:04 WIBFiction