Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Secangkir Aroma Rindu

[PUISI] Secangkir Aroma Rindu
ilustrasi secangkir kopi (Unsplash.com/John-Mark Smith)
Share Article

Sudah terlalu lama gelenyar pahit itu tak menyapa
Temui barisan rindu dalam cecap
Mengaduk-aduk rasa yang sempat asing
Di antara aroma pekat yang mengikat

Kukira resah tak lagi temani jejak berderap
Kala jeda dipaksa hadir sudahi teduhnya tatap
Sisakan ribuan hela di ujung senja
Dalam tegukan hampa tanpa sua

Secangkir aroma rindu kini memilih kembali
Membawa kisah 'tuk diukir dengan jeli
Bersama ampas yang tak sudi merampas
Hanya merajut tenteram di penghujung temaram

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Terima Kasih

[PUISI] Terima Kasih

08 Agu 2021, 21:24 WIB
Editorial Team
T y a s
EditorT y a s