Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Secangkir Aroma Rindu

ilustrasi secangkir kopi (Unsplash.com/John-Mark Smith)
ilustrasi secangkir kopi (Unsplash.com/John-Mark Smith)

Sudah terlalu lama gelenyar pahit itu tak menyapa
Temui barisan rindu dalam cecap
Mengaduk-aduk rasa yang sempat asing
Di antara aroma pekat yang mengikat

Kukira resah tak lagi temani jejak berderap
Kala jeda dipaksa hadir sudahi teduhnya tatap
Sisakan ribuan hela di ujung senja
Dalam tegukan hampa tanpa sua

Secangkir aroma rindu kini memilih kembali
Membawa kisah 'tuk diukir dengan jeli
Bersama ampas yang tak sudi merampas
Hanya merajut tenteram di penghujung temaram

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
T y a s
EditorT y a s
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cinta dalam Bayangan

15 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan berdoa

[PUISI] Kepada Ramadan

11 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi wanita

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction