Mereka mengeja langkahku sebelum aku beranjak
Menakar mimpiku dengan timbangan sempit
Kata-kata mereka jatuh serupa batu
Menindih pundak yang sedang belajar tegak

Aku menelan setiap perih tanpa sisa
Menyemai api dalam senyum yang paling tenang
Langkahku tak goyah oleh bising ragu
Sebab suara mereka hanyalah debu di udara

Waktu tumbuh menjadi saksi paling sunyi
Ketika prestasi memetik hasilnya sendiri
Kini mereka terdiam di balik bayang
Melihatku berdiri, utuh, dan lebih benderang