Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Orang Jepang Sering Makan Unagi saat Musim Panas?

Kenapa Orang Jepang Sering Makan Unagi saat Musim Panas?
ilustrasi menikmati unagi don (pexels.com/Sóc Năng Động)
Share Article

Sajian dingin dan segar memang paling cocok disantap saat cuaca sedang terik. Tapi di Jepang, unagi juga menjadi makanan yang paling banyak dicari dan dipesan oleh banyak orang baik di restoran maupun kedai makanan pinggir jalan. Menariknya lagi, masyarakat lokal tidak hanya menyantap unagi atau belut panggang karena rasanya yang lezat, alasannya ternyata lebih dari itu, lho.

Nah, bagi kamu yang bertanya-tanya dan penasaran kenapa hidangan unagi sangat populer saat musim panas di Jepang, kamu bisa menyimak beberapa alasan yang ada di baliknya dalam artikel ini. Mulai dari tradisi hingga kandungan nutrisi, semuanya akan dibahas secara detail dan rinci. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya!

1. Unagi dianggap sebagai makanan untuk mengembalikan stamina

ilustrasi menikmati unagi don
ilustrasi menikmati unagi don (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Musim panas di Jepang umumnya memiliki suhu yang sangat panas dan lembap. Kondisi tersebut membuat banyak orang lebih mudah merasa lelah, berkeringat, dan kehilangan nafsu makan dibanding hari-hari biasanya. Untuk menghadapi keadaan ekstrem tersebut, orang Jepang memilih menikmati unagi sebagai sumber protein yang dipercaya dapat membantu mengembalikan stamina.

Tak hanya protein, unagi juga mengandung berbagai macam vitamin seperti vitamin A, B1, B2, C, dan E. Kehadiran vitamin B1 dalam daging unagi secara khusus berperan untuk membantu metabolisme energi dalam tubuh, sehingga ketika dikonsumsi tubuh akan kembali segar dan energik. Tapi meskipun begitu, unagi tidak bisa dianggap sebagai obat atau jaminan untuk mencegah heat stroke yang diakibatkan oleh cuaca panas, melainkan hanya sebagai pilihan makanan yang memiliki kandungan gizi baik untuk meningkatkan stamina tubuh.

2. Adanya tradisi khusus yang bernama Doyō no Ushi no Hi

ilustrasi semangkuk unagi don
ilustrasi semangkuk unagi don (pexels.com/Cohesion Singapore)

Selain bisa mengembalikan energi secara cepat, menikmati unagi di musim panas merupakan suatu penghormatan pada tradisi khusus di Jepang yang bernama Doyō no Ushi no Hi (土用の丑の日). Tradisi ini merujuk pada “Hari Kerbau atau Banteng dalam periode Doyō”. Umumnya kegiatan tersebut dilakukan saat puncak musim panas yaitu sekitar akhir Juli atau awal Agustus tergantung pada penanggalan kalender lunisolar dan siklus hari ushi.

Pada saat itu, masyarakat Jepang akan beramai-ramai menyantap hidangan unagi sebagai bagian dari menjaga kebiasaan atau budaya mereka ketika musim panas tiba. Sajian seperti unadon dan unajū hampir selalu ada dan bisa dipesan di seluruh restoran, supermarket, dan kios makanan di Jepang menjelang datangnya Doyō no Ushi no Hi. Umumnya daging unagi akan dipanggang di atas bara api kemudian disajikan di atas nasi panas dan disiram dengan bumbu tare yang nikmat.

3. Unagi dianggap sebagai simbol datangnya musim panas di jepang

ilustrasi menikmati unagi don
ilustrasi menikmati unagi don (pexels.com/Change C.C)

Di Jepang, unagi tidak hanya dikenal sebagai sumber protein yang memiliki cita rasa lezat, tetapi juga menjadi salah satu penanda bahwa musim panas telah tiba. Hal ini berkaitan dengan konsep shun, yaitu sebuah gagasan dalam budaya Jepang untuk menikmati makanan yang memiliki hubungan kuat dengan musim tertentu dan dianggap paling tepat dinikmati pada waktunya. Karena secara tradisional dan budaya, unagi sangat erat kaitannya dengan musim panas, kehadirannya di meja makan sering membangkitkan suasana musim panas yang kental bagi masyarakat lokal.

Biasanya daging unagi akan dimasak dengan cara kabayaki style yaitu menusuknya dengan tusuk sate dan mencelupkannya ke dalam saus manis asin sebelum akhirnya dibakar. Sensasi smoky dan perpaduan rasa yang menggoda akan membuat siapa saja yang mencicipinya akan langsung tambah nasi begitu daging unagi disuapkan ke dalam mulut. Oleh karena itu, tak heran jika unagi menjadi simbol datangnya musim panas saat di Jepang.

Dengan mengetahui beberapa alasan di atas, kamu jadi bisa lebih memahami lagi bahwa kebiasaan makan unagi saat musim panas di Jepang bukan hanya sekadar tradisi kuliner. Masyarakat setempat meyakini unagi bisa menjaga stamina tubuh dan menjadi bagian penting sebagai identintas musim panas di Jepang. Jadi, jika kamu kebetulan berkunjung ke Negeri Sakura saat musim panas, pastikan untuk menikmati semangkuk unagi don dan jangan lupa untuk mengimbanginya dengan air putih serta buah dengan kandungan air yang tinggi agar tetap terhidrasi ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More