8 Umbi-umbian yang Cocok Diolah Jadi Snack dan Minuman Kekinian

- Ubi kuning, talas, singkong, gembili, garut, kimpul, uwi, dan kentang merupakan umbi lokal yang bisa dikreasikan menjadi snack maupun minuman kekinian.
- Pilihan olahannya beragam, dari donat, brownies, cookies, keripik, kroket, bola-bola, hingga minuman berbasis susu, santan, gula aren, tapioka, atau cendol.
- Talas perlu dimasak sampai matang karena kandungan kristal kalsium oksalat pada kondisi mentah dapat menimbulkan rasa gatal di mulut dan tenggorokan.
Ube atau ubi ungu khas Filipina belakangan semakin populer sebagai bahan berbagai makanan dan minuman di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Warnanya yang mencolok serta cita rasanya yang manis dan lembut membuat ube mudah diolah menjadi beragam sajian kekinian, mulai dari latte, kue, hingga camilan-camilan yang menggugah selera.
Indonesia sendiri sebenarnya memiliki banyak jenis umbi yang tidak kalah menarik untuk dikreasikan. Beberapa di antaranya bahkan sudah akrab digunakan dalam makanan tradisional, tetapi bisa diolah kembali dengan cara yang lebih modern.
Di antaranya seperti ubi, singkong, hingga talas, berikut beberapa umbi-umbian yang cocok dijadikan bahan dasar snack maupun minuman.
1. Ubi kuning
Ubi kuning memiliki rasa manis alami dan tekstur yang lembut setelah dimasak. Karakter tersebut membuatnya cukup fleksibel sebagai bahan camilan maupun minuman.
Ubi kuning bisa diolah menjadi donat, brownies, cookies, atau bola-bola ubi. Jika ingin menjadikannya minuman, ubi yang sudah dikukus dan dihaluskan dapat dicampurkan dengan susu untuk membuat ubi milk yang creamy. Warna kuning alaminya juga membuat sajian terlihat lebih cerah tanpa perlu banyak tambahan pewarna.
2. Talas

Potret keripik talas (pexels.com/Nourishment DECODED) Talas memiliki tekstur yang lembut dan rasa gurih yang khas. Umbi ini juga cukup populer digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk makanan manis. Talas dapat dikukus, lalu dihaluskan sebagai isian roti, mochi, pai, atau kue. Untuk versi minuman, talas bisa dicampurkan dengan susu dan es menjadi talas milk yang creamy.
Jika ingin membuat camilan yang lebih sederhana, talas juga dapat dipotong tipis dan digoreng menjadi keripik. Teksturnya yang renyah membuat keripik talas cocok untuk teman bersantai. Perlu diperhatikan, talas sebaiknya dimasak hingga matang karena talas mentah mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal pada mulut dan tenggorokan.
3. Singkong
Singkong menjadi salah satu umbi yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Harganya relatif terjangkau dan dapat diolah menjadi banyak jenis makanan. Untuk camilan, singkong bisa dibuat menjadi donat, brownies, getuk kekinian, singkong goreng, hingga bola-bola singkong dengan berbagai isian. Teksturnya yang cukup padat juga membuat singkong cocok dijadikan bahan dasar kue.
Sementara itu, singkong dapat diolah menjadi minuman melalui produk turunannya, seperti tapioka atau cendol. Kreasi minuman berbasis singkong juga bisa dibuat dengan menambahkan susu, gula aren, dan santan.
4. Gembili

Potret umbi lokal (vecteezy.com/Artoniumw) Gembili mungkin tidak sepopuler singkong atau ubi, tetapi umbi yang satu ini memiliki tekstur yang cukup menarik untuk dikreasikan menjadi camilan. Setelah dikukus dan dihaluskan, gembili dapat dicampurkan dengan tepung dan bahan lain untuk dibuat menjadi bola-bola, kue, atau gorengan.
Rasa alaminya yang cenderung netral juga membuatnya mudah dipadukan dengan bahan manis maupun gurih. Jika ingin membuat versi kekinian, gembili bisa dijadikan bahan dasar dessert dengan tambahan susu, santan, gula aren, atau cokelat.
5. Garut
Umbi garut dikenal sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi tepung garut. Tepung tersebut teksturnya halus dan dapat digunakan dalam berbagai olahan makanan. Tepung garut dapat dimanfaatkan untuk membuat cookies, kue kering, puding, hingga makanan ringan.
Karena teksturnya yang mudah larut, tepung garut juga dapat digunakan sebagai bahan pengental dalam minuman atau hidangan penutup. Untuk kreasi modern, tepung garut bisa dipadukan dengan cokelat, keju, susu, atau buah sehingga menghasilkan camilan dengan cita rasa yang lebih familier.
6. Kimpul

Potret umbi kimpul (vecteezy.com/Erwin Pieloor) Kimpul masih satu keluarga dengan talas dan teksturnya cocok untuk diolah menjadi camilan. Umbi ini dapat dikukus, direbus, atau digoreng setelah melalui proses pengolahan yang tepat.
Kimpul bisa dijadikan keripik, stik, perkedel, atau bola-bola dengan berbagai isian. Untuk versi manis, kimpul yang sudah dihaluskan dapat dicampurkan gula, santan, dan kelapa menjadi kudapan tradisional, yang kemudian bisa dikreasikan dengan tampilan lebih modern.
7. Uwi
Uwi memiliki bentuk dan warna yang beragam, tergantung varietasnya. Ada uwi yang bagian dalamnya berwarna putih, kuning, hingga keunguan.
Teksturnya yang berpati membuat uwi cocok digunakan sebagai bahan dasar kue atau camilan. Uwi yang sudah dikukus dan dihaluskan dapat dicampurkan dengan tepung untuk membuat cookies, kue kukus, atau bola-bola uwi. Varietas uwi yang memiliki warna alami menarik juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sajian dengan tampilan yang lebih unik.
8. Kentang

Potret french fries (pexels.com/Markus Winkler) Kentang memang lebih sering dianggap sebagai bahan makanan pendamping, tetapi umbi ini juga sangat fleksibel untuk dijadikan snack. Kentang bisa diolah menjadi keripik, kroket, kentang goreng, bola-bola kentang, hingga donat kentang. Teksturnya yang lembut juga membuat kentang cocok menjadi bahan dasar adonan kue.
Untuk minuman, kentang memang tidak umum digunakan secara langsung. Namun, pati kentang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam produk olahan tertentu.
Itu dia beberapa umbi-umbian selain ube yang cocok diolah jadi snack atau minuman kekinian. Dari berbagai umbi tersebut, terlihat bahwa bahan pangan lokal sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikreasikan menjadi sajian kekinian. Setuju?





















