Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Mengonsumsi Chia Seed yang Sering Dianggap Sepele
ilustrasi chia seed yang dicampur dengan air (magnific.com/freepik)

Chia seed sering dianggap sebagai bahan makanan sehat yang tinggal dicampurkan ke oatmeal, smoothie, atau air minum tanpa perlu banyak dipikirkan. Padahal, cara mengonsumsinya juga perlu diperhatikan karena kebiasaan yang keliru, seperti mengonsumsi terlalu banyak atau kurang memperhatikan asupan cairan, bisa membuat perut terasa kurang nyaman. Nah, meski terlihat sepele, beberapa kesalahan saat mengonsumsi chia seed ternyata cukup sering dilakukan tanpa disadari.

Buat kamu yang mulai rutin menambahkan chia seed ke makanan atau minuman sehari-hari, jangan cuma fokus pada manfaatnya saja. Takaran, cara mengolah, sampai kebiasaan saat mengonsumsinya juga perlu diperhatikan supaya chia seed tetap nyaman dikonsumsi dan gak bikin masalah baru. Yuk, simak lima kesalahan mengonsumsi chia seed yang sering dianggap sepele, siapa tahu salah satunya masih sering kamu lakukan!

1. Mengonsumsi chia seed terlalu banyak sekaligus

ilustrasi chia seed (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Karena dianggap sehat, seseorang kadang berpikir bahwa semakin banyak mereka mengonsumsinya, semakin banyak pula keuntungan yang diperoleh. Namun, chia seed merupakan sumber serat yang cukup melimpah sehingga menambah porsinya secara tiba-tiba dapat membuat tubuh perlu beradaptasi. Bagi sebagian orang, konsumsi serat yang berlebihan dapat menimbulkan kembung, gas, atau rasa tidak nyaman di perut.

Kondisi ini bisa terasa makin mengganggu ketika chia seed ditambahkan ke beberapa menu sekaligus dalam sehari. Karena itu, gak perlu buru-buru menambah porsinya hanya karena sedang mengikuti tren makanan sehat. Mulailah dengan jumlah yang wajar dan tingkatkan secara bertahap sambil memperhatikan respons tubuh.

2. Mengonsumsi chia seed kering tanpa cukup cairan

ilustrasi chia seed (magnific.com/devmaryna)

Menaburkan chia seed langsung ke makanan memang praktis, tetapi mengonsumsinya dalam keadaan kering tanpa memperhatikan asupan cairan adalah kebiasaan yang kurang tepat. Chia seed dapat menyerap cairan dan membentuk tekstur gel saat terkena dengan air. Karakteristik ini menjadikan cara penyajian dan kecukupan cairan penting saat mengonsumsinya.

Bagi orang dengan kesulitan dalam menelan atau masalah tertentu pada sistem pencernaan, makanan yang mampu mengembang atau menjadi kental juga memerlukan perhatian khusus. Agar lebih nyaman, chia seed dapat dicampurkan terlebih dahulu ke dalam makanan atau minuman yang memiliki kandungan cairan yang cukup. Penting juga untuk memastikan kebutuhan air sepanjang hari, bukan sekadar mengandalkan cairan dari satu jenis makanan saja.

3. Menambah porsi secara mendadak

ilustrasi smoothie buah (pixabay.com/NielsBB)

Ada kalanya seseorang yang ingin lebih sehat langsung menambahkan chia seed ke sarapan, smoothie, bahkan camilan dalam waktu bersamaan. Walaupun terlihat sepele, kebiasaan ini bisa mengakibatkan tubuh bisa saja belum terbiasa dengan tambahan serat dalam jumlah besar. Jika asupan serat meningkat, gejala seperti perut begah, kembung, atau perubahan buang air besar dapat terjadi pada sebagian orang.

Keadaan ini tentu sangat kurang nyaman, terutama saat harus menjalani aktivitas atau bekerja sepanjang hari. Sebelum secara langsung memasukkan chia seed ke dalam beberapa menu, lebih baik memperkenalkannya sedikit demi sedikit dan perhatikan respons tubuh. Dengan cara ini, kebiasaan mengonsumsi chia seed dapat terbentuk tanpa membuat perut kaget.

4. Menganggap chia seed sebagai ganti pola makan sehat

ilustrasi pola hidup sehat (freepik.com/schantalao)

Label sebagai superfood kadang-kadang menjadikan chia seed terlihat seolah bisa memenuhi hampir seluruh kebutuhan nutrisi tubuh. Memang, chia seed kaya akan serat, protein, lemak, mineral, dan berbagai senyawa bioaktif, tetapi tetap bukan pengganti makanan bergizi lainnya. Kalau sarapan hanya mengandalkan chia seed tanpa sumber protein, sayuran, buah-buahan, atau makanan lain yang sesuai, pola makan bisa menjadi kurang bervariasi.

Sebenarnya, tubuh memerlukan berbagai zat gizi yang diperoleh dari perpaduan makanan yang beragam. Maka dari itu, jadikan chia seed sebagai pelengkap yang memperkaya menu, bukan sebagai satu-satunya sumber untuk menjaga kesehatan. Dengan pola makan yang beragam, manfaat chia seed bisa menjadi bagian dari kebiasaan makan yang lebih seimbang.

5. Mengabaikan respons tubuh setelah mengonsumsinya

ilustrasi adaptasi tubuh (freepik.com/tirachardz)

Walaupun chia seed umumnya bisa dimakan sebagai bagian dari pola makan, setiap orang mungkin memberikan respons yang berbeda terhadap suatu bahan makanan. Ada yang merasa baik-baik saja setelah mengonsumsinya, sementara yang lain mungkin mengalami masalah seperti kembung atau ketidaknyamanan pencernaan. Situasi tertentu, seperti kesulitan menelan atau masalah di saluran pencernaan, juga membuat seseorang harus lebih berhati-hati dalam memilih bentuk dan cara mengonsumsi makanan.

Oleh karena itu, jangan memaksakan diri untuk mengonsumsi chia seed hanya karena popularitas atau anggapan sehat. Jika ada gejala yang berkepanjangan, berat, atau terasa aneh setelah mengonsumsinya, sebaiknya hentikan sementara dan diskusikan dengan tenaga kesehatan. Intinya, makanan sehat harus selalu disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan tubuh masing-masing.

Pada dasarnya, chia seed tetap bisa menjadi tambahan yang praktis untuk melengkapi pola makan sehari-hari, selama dikonsumsi dengan cara dan porsi yang sesuai. Hindari kebiasaan seperti makan terlalu banyak sekaligus, mengonsumsinya tanpa cukup cairan, atau mengandalkannya sebagai satu-satunya sumber nutrisi. Jadi, gak perlu berlebihan mengejar tren makanan sehat, yang penting tahu cara menikmatinya dengan tepat dan tetap mendengarkan kebutuhan tubuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article