gambar masker untuk melindungi saluran pernapasan (magnific.com/Azerbaijan_stockers)
Cara paling efektif untuk mengurangi risiko asma adalah dengan menghindari apapun yang dapat memicu terjadinya gejala. Saat hujan abu terjadi, beraktivitas di luar ruangan jelas menjadi hal yang perlu dihindari. Sebaliknya, berlindunglah di dalam ruangan seperti rumah atau kamar yang bersih dari debu. Dilansir USGS, sebisa mungkin tutup semua jendela, pintu, atau ventilasi dengan lembaran plastik atau handuk untuk memastikan gak ada debu dari luar yang masuk ke dalam ruangan.
Jika ada, gunakan mesin air purifier dengan filter HEPA untuk menyaring udara dan mengurangi debu atau polutan yang masuk ke dalam ruangan. Kenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, hingga masker untuk melindungi sistem pernapasan. Untuk masker sendiri, sebaiknya gunakan jenis masker N95 yang dapat menyaring abu secara efisien. Meski begitu, masker seperti N95 sendiri hanya dirancang untuk sekali pemakaian dengan durasi pemakaian maksimal 8 jam. Setelah 8 jam, segera ganti dengan masker N95 yang baru.
Meski ukurannya sangat kecil bahkan gak terlihat mata, abu vulkanik dapat memberikan dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh. Pada orang-orang dengan gangguan pernapasan seperti asma atau PPOK, paparan abu vulkanik bisa memperburuk gejala yang sudah ada. Untuk itu, pastikan diri kamu terlindungi dengan baik, ya!
Referensi
“Asma.” Cleveland Clinic. Diakses September 2026.
“Asthma - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses September 2026.
“Volcanoes: Risk Factors.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses September 2026.
“Protecting Yourself During a Volcanic Eruption.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses September 2026.
“Protecting Against Ash.” U.S. Geological Survey (USGS). Diakses September 2026.
“Human and Environmental Impact of Volcanic Ash.” National Geographic Society. Diakses September 2026.