Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Takjil Bisa Mengganggu Kualitas Tidur Malam?

Bagaimana Takjil Bisa Mengganggu Kualitas Tidur Malam?
ilustrasi takjil (unsplash.com/Mohammad Lotfian)
Intinya Sih
  • Takjil tinggi gula dapat memicu lonjakan dan penurunan gula darah yang mengganggu kualitas tidur.

  • Makanan berlemak dan pedas membuat pencernaan tetap aktif sehingga tubuh sulit rileks saat malam.

  • Porsi berlebihan atau waktu makan terlalu dekat dengan jam tidur dapat menunda rasa kantuk.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Takjil sering dianggap sekadar menu pembuka puasa. Padahal, jenis dan waktu konsumsinya bisa memengaruhi kondisi tubuh hingga larut malam. Banyak orang merasa sulit tidur setelah berbuka, terutama ketika menu takjil didominasi makanan manis, berlemak, atau pedas dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut bukan sekadar rasa kenyang biasa, melainkan berkaitan dengan kerja metabolisme, pencernaan, dan perubahan suhu tubuh. Jika kebiasaan ini terjadi terus-menerus, kualitas istirahat dapat menurun tanpa disadari. Berikut penjelasan yang perlu kamu pahami.

1. Makanan takjil tinggi gula memicu lonjakan energi mendadak

ilustrasi kolak
ilustrasi kolak (commons.wikimedia.org/Fhikri Latifi)

Takjil sangat manis, seperti sirop, kolak, atau minuman kekinian, membuat kadar gula darah naik cepat setelah berbuka. Kondisi ini memicu pelepasan insulin dalam jumlah besar untuk menyeimbangkan glukosa. Saat proses itu berlangsung, tubuh justru terasa lebih segar karena energi tersedia secara instan. Otak kemudian menerima sinyal bahwa tubuh masih berada dalam kondisi aktif.

Setelah beberapa waktu, kadar gula dapat turun drastis sehingga tubuh merasa tidak nyaman. Penurunan cepat ini sering menimbulkan sensasi gelisah dan rasa lapar kembali pada malam hari. Akibatnya, tubuh sulit memasuki fase tidur dalam. Jika terjadi berulang, kualitas istirahat akan menurun.

2. Takjil berlemak memperlambat proses pengosongan lambung

ilustrasi risol mayo
ilustrasi risol mayo (vecteezy.com/Alifya Santoso)

Gorengan, santan kental, dan makanan berminyak membutuhkan waktu cerna lebih lama dibanding makanan ringan biasa. Lemak memperlambat pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama di saluran pencernaan. Kondisi ini membuat tubuh tetap bekerja aktif meski waktu istirahat sudah mendekat. Rasa penuh di perut pun sering muncul saat berbaring.

Pada sebagian orang, situasi tersebut dapat memicu refluks asam lambung. Gejalanya berupa rasa panas di dada atau sensasi tidak nyaman di tenggorokan. Keadaan ini membuat posisi tidur menjadi tidak nyaman. Akibatnya, tidur mudah terganggu dan tidak terasa pulih saat bangun.

3. Takjil pedas memicu iritasi saluran pencernaan

ilustrasi tahu gejrot
ilustrasi tahu gejrot (unsplash.com/Aldino Hartan Putra)

Makanan pedas mengandung kapsaisin yang dapat merangsang dinding lambung. Zat ini meningkatkan produksi asam lambung sehingga risiko nyeri ulu hati lebih tinggi. Efek tersebut terasa lebih kuat jika dikonsumsi saat perut kosong setelah puasa. Sensasi panas pada perut dapat bertahan hingga malam.

Selain itu, makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh sementara. Kondisi ini membuat tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai rasa nyaman sebelum tidur. Rasa panas di dada juga dapat muncul saat berbaring. Akibatnya, tidur menjadi lebih singkat dan mudah terbangun.

4. Porsi takjil berlebihan membuat metabolisme terlalu aktif

ilustrasi takjil
ilustrasi takjil (vecteezy.com/Ramazan Gökay Güven)

Mengonsumsi takjil dalam jumlah besar sekaligus membuat tubuh menerima asupan kalori tinggi secara mendadak. Sistem pencernaan harus bekerja lebih keras untuk memproses makanan tersebut. Aktivitas metabolisme yang meningkat menyebabkan suhu tubuh ikut naik. Kondisi ini membuat tubuh belum siap memasuki fase istirahat.

Selain itu, denyut jantung dapat meningkat karena tubuh sedang mencerna energi dalam jumlah besar. Rasa kenyang berlebihan juga memicu ketidaknyamanan saat berbaring. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali rileks. Akibatnya, rasa kantuk datang lebih lambat.

5. Waktu konsumsi takjil terlalu dekat dengan jam tidur

ilustrasi takjil
ilustrasi takjil (commons.wikimedia.org/raasiel)

Mengonsumsi takjil atau camilan manis mendekati waktu tidur membuat sistem pencernaan tetap aktif. Makanan yang belum tercerna sempurna dapat menimbulkan rasa begah saat berbaring. Kondisi ini membuat tubuh sulit mencapai rasa nyaman. Proses istirahat pun menjadi tertunda.

Minuman manis atau berkafeina pada malam hari juga dapat meningkatkan kewaspadaan otak. Efek tersebut membuat tubuh sulit memasuki fase tidur dalam. Waktu tidur menjadi lebih singkat dari kebutuhan normal. Akibatnya, tubuh terasa lelah saat bangun.

Kualitas tidur dapat tetap terjaga selama takjil dikonsumsi dengan porsi wajar, punya jenis yang lebih ringan, dan berjarak waktu cukup sebelum tidur. Perubahan kecil seperti mengurangi gula, membatasi gorengan, dan memilih camilan mudah dicerna bisa memberi dampak saat istirahat. Kebiasaan berbuka yang lebih bijak bukan hanya membuat tubuh terasa ringan, melainkan juga membantu tidur lebih nyenyak. Bukankah itu yang sebenarnya dibutuhkan setelah seharian berpuasa?

Referensi
"Having Trouble Sleeping While Fasting? Discover the Causes and Solutions". Scandia. Diakses Februari 2026.
"How Does Sugar Affect Sleep?". Sleep Doctor. Diakses Februari 2026.
"Relationship Between Added Sugar Intake and Sleep Quality Among University Students: A Cross-sectional Study". American Journal of Lifestyle Medicine. Diakses Februari 2026.
"Spicy meal disturbs sleep: an effect of thermoregulation?". International Journal Psychophysical. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Health

See More