Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Durian Bisa Menyebabkan Darah Tinggi? Ini Faktanya!
gambar seorang pasien sedang melakukan pengecekan tekanan darah (unsplash.com/CDC)
  • WHO memperkirakan 1,4 miliar orang usia 30-79 tahun mengalami hipertensi pada 2024; penyakit ini sering tanpa gejala dan dapat memicu kerusakan jantung, pembuluh darah, stroke, serta serangan jantung.
  • Risiko hipertensi dipengaruhi usia, riwayat keluarga, rokok, obesitas, konsumsi garam tinggi, kurang aktivitas, alkohol, obat perangsang, serta kondisi seperti penyakit ginjal, diabetes, dan apnea tidur.
  • Belum ada bukti durian sekitar 250 gram menaikkan tekanan darah; konsumsi 500 gram atau lebih dikhawatirkan mengubah detak jantung, sementara kandungan gula dan kalorinya perlu dibatasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu penyakit cukup umum diderita oleh orang-orang di seluruh dunia. Pada tahun 2024 lalu, World Health Organization atau WHO memperkirakan ada 1,4 miliar orang di seluruh dunia dengan rentang usia 30-79 tahun yang menderita tekanan darah tinggi. Dulu penyakit seperti darah tinggi hingga stroke kebanyakan memang menyerang orang tua. Namun sekarang, gak sedikit anak muda yang menderita penyakit yang sama. Membahas soal darah tinggi, ada satu buah yang sering dihindari penderitanya. 

Ya, durian! Bisa dibilang, durian ini termasuk buah paling kontroversial di dunia. Mereka yang suka bilang kalau rasa buah ini enak banget, bahkan menjulukinya sebagai king of fruits. Namun bagi mereka yang gak suka, jangankan mencicipi, mencium aromanya pun sanggup bikin mereka mual. Di sisi lain , banyak orang sepakat kalau orang yang punya darah tinggi sebaiknya gak mengonsumsi durian. Konon konsumsi buah ini bisa menaikkan tekanan darah dan memicu sejumlah gejala. Benarkah begitu? Berikut jawabannya!

1. Tekanan darah tinggi atau hipertensi jarang menunjukkan gejala 

gambar dokter sedang melakukan pengecekan tekanan darah tinggi (unsplash.com/CDC)

Penyakit umumnya memiliki sejumlah gejala yang membuat kita peka bahwa ada sesuatu yang salah pada tubuh. Namun terkadang, semakin serius penyakitnya, semakin sedikit juga gejala yang muncul. Hal ini juga berlaku bagi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Dilansir Cleveland Clinic, tekanan darah tinggi sendiri terjadi ketika kekuatan darah yang mendorong dinding arteri terlalu tinggi secara konsisten. Akibatnya, jantung harus bekerja keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka waktu lama, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan jantung yang berujung pada komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.

Seseorang umumnya dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darahnya berada di atas 120/80 mm Hg. Mengingat betapa seriusnya penyakit ini dan komplikasi yang ditimbulkan, diagnosis dan pengobatan dini sangatlah dibutuhkan. Sayangnya sama seperti beberapa penyakit berbahaya lainnya, kebanyakan kasus gak menunjukkan gejala sampai mereka mengalami komplikasi serius. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa hanya ada 630 juta orang penderita hipertensi yang sudah didiagnosis dan mendapatkan pengobatan, dan 320 juta lainnya yang sudah berhasil mengendalikan penyakit ini. Sedangkan sekitar 600 juta orang lainnya belum menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi dan membutuhkan pertolongan.

2. Darah tinggi disebabkan oleh banyak faktor

gambar seorang dengan berat badan berlebih sedang makan burger (unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya)

Pada sebagian orang, penyebab tekanan darah tinggi dapat diketahui. Kondisi ini dikenal dengan istilah hipertensi sekunder, dan biasanya muncul karena pasien memiliki riwayat penyakit lain seperti penyakit ginjal, diabetes, menderita kondisi gangguan tidur yang disebut apnea tidur obstruktif, konsumsi obat herbal, hingga pil kontrasepsi oral. Namun seringkali, tenaga kesehatan gak menemukan penyebab spesifik kenapa seseorang bisa terkena tekanan darah tinggi.

Meski begitu dilansir British Heart Foundation, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada seseorang. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Berusia di atas 65 tahun

  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat tekanan darah tinggi

  • Merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya

  • Obesitas atau kelebihan berat badan

  • Konsumsi garam yang tinggi tanpa diimbangi konsumsi buah dan sayuran

  • Kurangnya aktivitas fisik

  • Konsumsi alkohol berlebihan

  • Menggunakan obat perangsang tanpa resep dokter

Jika kamu atau salah satu anggota keluarga memiliki satu atau beberapa faktor di atas, jangan ragu untuk memeriksa tekanan darah tinggi di rumah sakit atau klinik terdekat. Semakin cepat ketahuan, semakin cepat juga pengobatan bisa dilakukan.

3. Benarkah durian menyebabkan tekanan darah tinggi?

gambar buah durian matang (unsplash.com/Jim Teo)

Sekarang setelah kita mengetahui beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kamu juga mungkin penasaran apakah konsumsi durian bisa menaikkan tekanan darah seperti yang selama ini dipercaya oleh banyak orang? Dilansir National Nutrition Council Philippine, sejauh ini belum ada bukti bahwa konsumsi durian dengan jumlah rata-rata 250 gram gak memberikan pengaruh pada tekanan darah maupun jantung. Namun konsumsi durian sebanyak 500 gram atau lebih dikhawatirkan dapat mengubah detak jantung.

Durian sendiri mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk tubuh seperti kalsium, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin C, hingga kalium. Satu porsi durian seberat 100 gram juga mengandung 1,47-2,50 gram protein, 27,9-31,10 gram karbohidrat, 2,80-5,33 gram lemak, 130-180 kkal energi, 0,85-1,10 gram lemak jenuh, sampai natrium sebanyak 3-8 mg. Selain itu, durian juga mengandung dua jenis gula yaitu glukosa dan fruktosa. Jadi alih-alih tekanan darah tinggi, konsumsi durian secara berlebihan justru dapat menyebabkan meningkatnya kadar gula darah dengan cepat sehingga sebaiknya dihindari oleh mereka yang menderita diabetes.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, belum ada bukti konkret bahwa durian dapat menyebabkan naiknya tekanan darah. Namun mengingat buah ini memiliki gula dan jumlah kalori yang tinggi, konsumsinya harus dilakukan dengan bijak. Hal ini bukan hanya berlaku bagi mereka yang punya diabetes atau darah tinggi, tetapi juga semua orang termasuk mereka yang gak memiliki riwayat penyakit apapun.

Referensi

“Should Diabetics Eat Durian?” Vinmec International Hospital. Diakses Agustus 2026.

“Durians: Good or Bad?” Raffles Health. Diakses Agustus 2026.

“Durian Can Increase Your Blood Pressure: Fact or Myth?” National Nutrition Council Philippines. Diakses Agustus 2026.

“High Blood Pressure.” British Heart Foundation. Diakses Agustus 2026.

“Hypertension (High Blood Pressure).” Cleveland Clinic. Diakses Agustus 2026.

“Hypertension.” World Health Organization (WHO). Diakses Agustus 2026.

“High Blood Pressure (Hypertension) - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article