ilustrasi sahur (pexels.com/Thirdman)
Leona merekomendasikan agar individu yang puasa untuk makan sahur dengan mengutamakan protein dan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah. Tujuannya agar kenyang lebih lama.
Sementara untuk waktu berbuka puasa, mulailah dengan minum air putih satu hingga dua gelas untuk menghidrasi tubuh. Jika rehidrasi cukup, nafsu makan tidak akan menggebu-gebu.
Untuk makan besarnya, diwajibkan mengandung protein rendah lemak dan sayuran.
Selain menjaga pola makan, Leona juga menyarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki setelah makan. Durasi waktunya bisa dilakukan selama 10–30 menit.
Jadi, puasa bisa membantu kamu yang ingin menurunkan berat badan. Namun, wajib diketahui bahwa saat makan sahur dan berbuka, asupan kalori harus lebih sedikit daripada kebutuhan untuk memenuhi syarat defisit kalori. Jangan lupa optimalkan usahamu dengan rutin olahraga, ya!
Puasa Ramadan sering kali menciptakan defisit kalori alami, terutama karena frekuensi makan berkurang dan waktu makan menjadi lebih terbatas. Rata-rata defisit energi selama Ramadan berkisar 200–500 kalori per hari, meskipun angka ini sangat bergantung pada pola makan individu.
Namun, puasa tidak otomatis menghasilkan defisit kalori. Jika asupan makanan saat sahur dan berbuka terlalu tinggi, terutama makanan tinggi gula dan lemak, total kalori harian bisa tetap sama atau bahkan meningkat.
Referensi
John F Trepanowski and Richard J Bloomer, “The Impact of Religious Fasting on Human Health,” Nutrition Journal 9, no. 1 (November 22, 2010): 57, https://doi.org/10.1186/1475-2891-9-57.
Behnam Sadeghirad et al., “Islamic Fasting and Weight Loss: A Systematic Review and Meta-analysis,” Public Health Nutrition 17, no. 2 (November 27, 2012): 396–406, https://doi.org/10.1017/s1368980012005046.
Kul, Seval, Esen Savaş, Zeynel Abidin Öztürk, and Gülendam Karadağ. “Does Ramadan Fasting Alter Body Weight and Blood Lipids and Fasting Blood Glucose in a Healthy Population? A Meta-analysis.” Journal of Religion and Health 53, no. 3 (February 19, 2013): 929–42. https://doi.org/10.1007/s10943-013-9687-0.
Mattson, Mark P., David B. Allison, Luigi Fontana, Michelle Harvie, Valter D. Longo, Willy J. Malaisse, Michael Mosley, et al. “Meal Frequency and Timing in Health and Disease.” Proceedings of the National Academy of Sciences 111, no. 47 (November 17, 2014): 16647–53. https://doi.org/10.1073/pnas.1413965111.
A. Norouzy et al., “Effect of Fasting in Ramadan on Body Composition and Nutritional Intake: A Prospective Study,” Journal of Human Nutrition and Dietetics 26, no. s1 (May 17, 2013): 97–104, https://doi.org/10.1111/jhn.12042.